BONE–Dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat, Anggota DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, SE., BBusMan, MH., menggelar reses masa persidangan I tahun 2024-2025 di Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone. Kegiatan ini turut dihadiri Pj. Bupati Bone Andi Winarno Eka Putra, S.STP., MH., Bupati Bone terpilih H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM., serta sejumlah tokoh penting lainnya.

Hadir pula dalam kegiatan ini Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia (PTI) Sulsel, Andi Saiful, SE., Wakil Ketua DPRD Bone Haerul Amran, ST., Tripika Kecamatan Tellu Limpoe, Kepala Desa Sadar, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Bone, serta perwakilan pemuda tani dari Kabupaten Soppeng dan Barru.

Bupati Bone terpilih, H. Andi Asman Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Andi Amar atas kunjungan dan perhatiannya terhadap Kabupaten Bone. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Nanda Andi Amar yang telah hadir di Bone untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Semoga kunjungan ini membawa banyak berkah bagi Bone dan masyarakatnya,” kata Andi Asman.

Ia juga berharap agar aspirasi yang muncul dari masyarakat Bone mendapat perhatian lebih di tingkat nasional. “Bone ini sangat luas. Kami berharap hal-hal yang menjadi prioritas masyarakat Bone bisa dikawal oleh Andi Amar di Senayan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya penyebaran titik reses di Bone untuk menjangkau kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok. Hal ini sejalan dengan harapan masyarakat agar Bone mendapatkan perhatian lebih dalam program pembangunan daerah.

Kegiatan reses ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat. Dengan kehadiran para pemangku kepentingan, diharapkan aspirasi yang disampaikan dapat terealisasi dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Bone.

Kehadiran anggota DPR RI di Kabupaten Bone menjadi magnet besar yang menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya warga setempat yang antusias menyambut, tetapi juga masyarakat dari desa-desa sekitar turut hadir untuk menyampaikan aspirasi mereka. Momen ini menjadi bukti betapa kuatnya harapan masyarakat terhadap pemimpin mereka.

Pj. Bupati Bone Andi Winarno Eka Putra mengucapkan selamat datang kepada anggota DPR RI yang pulang ke kampung halaman. “Kami mengucapkan selamat datang di kampung halaman, semoga kedatangan ini membawa berkah dan rahmat bagi masyarakat Bone,” ungkapnya.

Selama kunjungan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat tersampaikan, terutama terkait harga hasil panen yang mengalami penurunan signifikan. “Hampir semua wilayah mengeluhkan anjloknya harga. Ini menjadi perhatian serius pemerintah, di mana peran TNI, Polres, dan Satgas Pangan sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini,” lanjut Bupati.

Bupati juga mengungkapkan visi besar pemerintah pusat melalui program “Asta Cita” Presiden RI, yang berfokus pada ketahanan pangan, energi, dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. “Dengan sinergi semua pihak, keluhan masyarakat diharapkan dapat teratasi sehingga kesejahteraan dapat tercapai,” tegasnya.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga momentum refleksi untuk mendukung pembangunan di Bone. Infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini. “Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur terus diprioritaskan demi kesejahteraan masyarakat,” tambah Bupati.

Acara tersebut juga menjadi bukti betapa masyarakat Bone sangat menghargai kehadiran pemimpin mereka. “Antusiasme ini menandakan bahwa masyarakat sangat menginginkan kehadiran beliau. Semoga beliau diberikan umur panjang, sukses, dan amanah dalam menjalankan tugas, sehingga membawa manfaat besar bagi Bone,” tutup Bupati.

Kehadiran anggota DPR RI ini menjadi simbol penguatan hubungan antara masyarakat dan pemerintah, serta menjadi awal dari upaya bersama untuk mewujudkan harapan masyarakat Kabupaten Bone.

Kehadiran Amar Maruf, menghadirkan harapan besar bagi masyarakat yang selama ini bergulat dengan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan.

Amar Maruf, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya sinergi untuk memajukan seluruh kabupaten di Sulawesi Selatan. “Kami hadir untuk mendengar dan memberikan solusi bagi masyarakat. Segala keluhan, baik di sektor pertanian, pendidikan, maupun infrastruktur, akan kami sampaikan kepada pihak terkait,” ujarnya.

Andi Amar menekankan pentingnya kegiatan reses sebagai sarana mendengar dan menyerap langsung aspirasi masyarakat di tingkat daerah. “Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan perjuangkan di Senayan. Kabupaten Bone yang memiliki luas wilayah besar harus menjadi prioritas dengan lebih banyak titik reses untuk menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujar Andi Amar.

Warga Desa Tapong mengungkapkan keluh kesah terkait akses jalan utama yang belum pernah tersentuh pengaspalan sejak Indonesia merdeka. Seorang pemuda setempat menyampaikan, “Kami memiliki potensi besar dalam pertanian, terutama kopi. Namun, infrastruktur jalan menjadi kendala utama. Hasil pertanian sulit dipasarkan.”

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Desa Sadar menambahkan, “Potensi wisata di Desa Sadar sangat besar, namun bagaimana wisatawan bisa datang jika akses jalan buruk? Kami juga kekurangan fasilitas kesehatan dan pendidikan, sehingga masyarakat sering terhambat untuk mendapatkan layanan dasar.”

Salah satu guru di Desa Sadar mengungkapkan perjuangannya mengajar di sekolah dengan fasilitas minim. “Dari 63 siswa, 57 di antaranya harus berjalan kaki jauh. Sebagai guru tunggal, saya terpaksa tinggal di rumah warga karena perumahan sekolah tidak layak,” katanya.

Masalah kesehatan juga menjadi keluhan. Warga Desa Sadar sering kali kesulitan mendapatkan layanan medis darurat karena keterbatasan sarana transportasi dan administrasi.

Menanggapi berbagai keluhan, Amar Maruf menyampaikan komitmennya untuk membawa persoalan ini ke tingkat provinsi dan pusat. “Distribusi pupuk untuk petani telah dipastikan aman. Namun, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana hasil pertanian ini bisa dipasarkan dengan baik. Infrastruktur jalan tani, akses pendidikan, dan fasilitas kesehatan akan menjadi fokus kami,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dan jalan utama di Desa Sadar akan didahulukan. Selain itu, Amar menekankan pentingnya menjaga bantuan yang diberikan agar dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang.

“Potensi pariwisata di daerah ini sangat besar. Kami akan memanfaatkan jaringan di pusat untuk menarik investor. Selain itu, kami juga akan memperjuangkan pembangunan sekolah di pelosok agar siswa dan guru bisa mendapatkan fasilitas yang layak,” tambahnya.

Kepala Desa Gaya Baru berharap perhatian lebih diberikan kepada desa-desa yang terisolir. “Ada dua dusun di desa kami yang belum memiliki akses listrik. Kami berharap kehadiran pemerintah bisa membawa perubahan nyata bagi kami,” harapnya.

Pertemuan ini memberikan secercah harapan bagi masyarakat Desa Tapong dan Desa Sadar. Dengan komitmen para pemangku kepentingan, potensi besar desa-desa ini diharapkan dapat digali dan dikembangkan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. (*)