Bone – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti warga Desa Pakkasalo dan Desa Mallusetasi, Kecamatan Sibulue, Kamis 26 Juni 2025. Harapan bertahun-tahun mereka untuk memiliki akses yang layak akhirnya terwujud dengan diresmikannya Jembatan Gantung Benteng–Pattiro oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM.

Jembatan yang kini menghubungkan dua desa itu bukan hanya simbol kemajuan infrastruktur, tetapi juga bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. Pembangunan jembatan ini merupakan aspirasi dari mantan Anggota DPR RI H. Muh. Aras, yang tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap tanah kelahirannya, meski tak lagi menjabat.

“Komunikasi kita tidak pernah terputus. Beliau selalu hadir dan membantu Bone. Walau tidak lagi menjadi anggota DPR RI, kontribusinya nyata. Maka kita wajib mendoakan dan terus mendukung perjuangannya,” ujar Bupati Bone dalam sambutannya, penuh penghargaan.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Kasatker PJN 3 Sulawesi Selatan Malik, ST., MM., Anggota DPRD Bone A. Nurjaya dan Alim Hasdin, jajaran kepala perangkat daerah Bone, unsur Tripika Kecamatan, serta Kepala Desa Pakkasalo.

Bupati Bone dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pemerintahan di bawah duet kepemimpinannya bersama Wabup Andi Akmal Pasluddin sangat serius membangun infrastruktur. Sejak awal masa jabatan, pihaknya telah melakukan refocusing anggaran pembangunan jalan dari Rp6 miliar menjadi Rp88 miliar.

“Permintaan pertama masyarakat adalah perbaikan infrastruktur jalan. Maka kami fokuskan anggaran ke sana,” ungkapnya.

Namun, dia juga meminta masyarakat bersabar, karena tantangan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Bone tidak kecil.

“Di Bone ada kurang lebih 890 kilometer jalan yang rusak. Ini butuh perjuangan besar karena di sisi lain kemampuan keuangan daerah sangat terbatas. Maka kami mengandalkan kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi,” jelasnya.

Lebih dari sekadar seremoni, Bupati Bone juga mengajak masyarakat untuk menjaga jembatan ini sebagai milik bersama. Ia menekankan agar tidak ada vandalisme atau pembuangan sampah di area jembatan dan sungai.

“Jaga bersama, jangan dipilos-pilos, jangan dirusak, jangan buang sampah di atas sungai. Ini milik kita semua,” pesannya tegas.

Jembatan Gantung Benteng–Pattiro kini menjadi simbol harapan dan akses masa depan. Bukan hanya menghubungkan dua desa, tetapi juga menyatukan semangat kolaborasi antar pihak demi kemajuan Bone yang lebih baik. (*)