BONE–Gelaran Festival Disdik Jilid II tingkat SMP/MTs dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 menjadi panggung unjuk bakat dan kreativitas pelajar se-Kabupaten Bone. Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, festival ini memperlihatkan kejutan besar: sekolah-sekolah dari luar Kota Watampone mendominasi perolehan juara dari lima kategori lomba yang dipertandingkan.
Di kategori Bintang Junior, siswa dari pelosok Cenrana berhasil mencuri perhatian. Fikran Faturrahman dari SMP Negeri 1 Cenrana keluar sebagai juara pertama, menunjukkan pesona dan kemampuan panggung yang luar biasa. Ia diikuti oleh Andi Kinanti Dinsa Larasati dari SMPN 4 Sibulue di posisi kedua, Syafaatun Tulwakilah dari SMPN 2 Tellu Siattinge di posisi ketiga, dan Silvani Putri dari SMPN 3 Ulaweng di peringkat keempat.
Semangat budaya mewarnai kategori Tari Kreasi, di mana SMP Negeri 1 Tonra membuktikan keunggulan mereka sebagai juara pertama. Posisi selanjutnya diraih oleh SMPN 1 Kajuara (Juara II), SMPN 1 Watampone (Juara III), SMPN 4 Watampone (Juara IV), SMPN 1 Ulaweng (Juara V), dan SMPN 6 Watampone (Juara VI). Meski sekolah kota tampil kuat, dua posisi teratas tetap dikuasai sekolah-sekolah dari kecamatan.
Kategori Paduan Suara juga tidak lepas dari kejutan. SMP Negeri 1 Amali dengan aransemen harmonisnya berhasil meraih Juara I. Sementara itu, SMP Kalam Kudus Bone menempati posisi kedua dan SMPN 1 Watampone di posisi ketiga.
Kemampuan menggambar para siswa turut mencuri perhatian. Juara I diraih oleh Maisarah Izzati dari SMPN 1 Tonra, mengalahkan peserta lainnya dengan karya visual yang memukau. Juara II adalah Febi Febrianti dari SMPN 2 Tellu Siattinge, Juara III Nuraini Almira dari MTs As’adiyah Uloe, diikuti oleh Nabila Ramadhani (SMPN 1 Tellu Siattinge), Andi Nur Zahra (SMPN 1 Kahu), dan Rievany Kinandita (SMPN 6 Watampone).
Dalam kategori Top Model Putri, gelar The Winner diraih oleh Alfiyatul Zakira dari SMPN 1 Tellu Siattinge. Posisi runner-up ditempati oleh Nasywa Izzatunnisa (SMPN 1 Watampone) dan Ziti Maharani Al’Aidini (SMPN 4 Watampone). Penghargaan lainnya diraih oleh Aluna Faradiba (Favorit), Uci Amalia (Best Costume), Maulidya Azzahra Putri (Best Photogenic), dan Aqila Aulia Kahar (Best Catwalk).
Sementara untuk Top Model Putra, justru dikuasai siswa dari sekolah kota. Dzaka Agra Wiryamanta (SMPN 4 Watampone) menjadi The Winner, disusul oleh Ifnu Kusuma Yudha (SMPN 6 Watampone) dan Farhan Sugito (SMPN 1 Tellu Siattinge). Predikat Favorit jatuh kepada A.M. Roem Mahmud (SMPN 1 Watampone), sedangkan penghargaan khusus lainnya diberikan kepada Andika (Best Costume – SMPN 2 Barebbo), Fadil Ruyanto (Best Photogenic – SMPN 3 Watampone), dan A. Iswansabrian (Best Catwalk – SMPN 1 Tonra).
Festival yang berlangsung sejak 2 Mei hingga 10 Mei 2025 ini mempertandingkan 22 cabang lomba dari berbagai jenjang pendidikan. Jenjang TK/RA melombakan Bintang Disdik Cilik, Baca Puisi, Fashion Show, dan Mewarnai. Untuk jenjang SD/MI digelar lomba Bintang Disdik Kids, Vocal Group, Tari Kreasi, Fashion Show, dan Menggambar. Di jenjang SMP/MTs terdapat lomba Bintang Disdik Junior, Paduan Suara, Tari Kreasi, Top Model 2025, dan Menggambar. Sementara SMA/SMK/MA menampilkan lomba Bintang Disdik Senior, Tari Kreasi, Paduan Suara, Duta Disdik Senior 2025, dan Menggambar. Tidak ketinggalan kategori umum seperti Bintang Disdik Bone, Senam Kreasi, dan Tari Kreasi turut meramaikan festival.
Festival yang digelar sejak 2 Mei ini sukses menyedot perhatian masyarakat Bone. Dari 2.745 pendaftar, sebanyak 1.331 peserta terpilih melalui seleksi audisi, bahkan beberapa di antaranya berasal dari luar daerah. Tak sekadar lomba, Festival Disdik menjelma sebagai ruang ekspresi dan pencarian jati diri generasi muda Bone.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Pelataran Disdik selalu padat oleh penonton dan supporter. Ini bukan sekadar lomba, ini sudah menjadi hiburan rakyat yang dinanti,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Bone, Drs. A. Fajaruddin, MM.
Festival Disdik kini telah menjelma dari sekadar ajang lomba menjadi sarana hiburan rakyat, ruang ekspresi, hingga panggung penggalian potensi anak-anak Bone. Tak hanya peserta, masyarakat pun tumpah ruah memadati arena setiap hari, menjadikannya semacam karnaval pendidikan yang dinanti setiap tahun. (*)



Tinggalkan Balasan