Bone– Jalan Hasanuddin belum sepenuhnya ramai pada Selasa, 10 Februari 2026. Udara masih segar, lalu lintas berjalan pelan. Di tengah rutinitas jalan pagi, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM kembali menunjukkan sisi sederhana dan kepeduliannya yang tulus kepada masyarakat kecil.

Mengenakan kaos bertuliskan BerAmal, Bupati Bone menghentikan langkahnya ketika melihat seorang tukang becak lanjut usia tengah mendayuh becaknya dengan perlahan. Becak tua itu tampak lelah, sama seperti pengemudinya yang tetap berjuang mencari nafkah di usia senja.

Dengan senyum ramah, Bupati mendekat dan menyapanya.

“Kita kenalji Bupati Bone?” tanya Bupati membuka percakapan.

Sang tukang becak tersenyum polos dan menjawab singkat,

“Iye puang.”

Obrolan pun mengalir hangat. Bupati Bone memperkenalkan diri, lalu menanyakan suka duka menjadi tukang becak pekerjaan yang semakin jarang diminati, namun tetap menjadi sandaran hidup bagi sebagian warga.

Dari jarak dekat, Bupati memperhatikan kondisi becak yang digunakan sehari-hari. Sadel terlihat rusak, sementara ban becak sudah gundul dan jelas tak lagi layak digunakan. Tanpa banyak kata, Bupati Bone pun menunjukkan kepeduliannya.

Ia menyerahkan sejumlah uang sambil berpesan,

“Ini uang dipakai perbaiki becakta, dipakai juga untuk makan dan kebutuhan rumah tangga.”

Mata sang tukang becak berkaca-kaca. Wajah letihnya berubah menjadi bahagia. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa syukur dan doa tulus.

“Terima kasih banyak, Puang. Semoga selalu sehat dan dimudahkan dalam menjalankan tugas,” ucapnya.

Bagi Bupati Bone, momen itu mungkin sederhana. Namun bagi seorang tukang becak lansia, perhatian dan bantuan tersebut menjadi penyemangat besar untuk terus bertahan menjalani hidup.

Di balik jabatan dan kesibukan sebagai kepala daerah, H. Andi Asman Sulaiman kembali membuktikan bahwa kepemimpinan sejati hadir melalui empati, kepedulian, dan sentuhan kemanusiaan—tepat di tengah jalan, di pagi yang bersahaja.  (*)