Bone — Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Bone sukses menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) pada Sabtu–Ahad, 27–28 Desember 2025, bertempat di Aula RSUD Tenriawaru, Kabupaten Bone. Kegiatan ini diikuti oleh total 108 orang pengurus dari berbagai unit dan cabang se-Kabupaten Bone.
Mukerda tahun ini mengusung tema “Bersatu Berjuang Menjaga dan Memajukan Bone Tercinta”, sebagai wujud komitmen Muslimah Wahdah Islamiyah dalam memperkuat dakwah, tarbiyah, dan kontribusi nyata bagi masyarakat Bone.
Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Bone, Ustadzah Sri Rahayu, S.Kel, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah menunaikan amanah dakwah di unit masing-masing.
“Terima kasih kepada semua pengurus Muslimah Wahdah yang telah berjuang menyelesaikan amanah-amanah dakwah di unit masing-masing. Juga terima kasih kepada para leader Muslimah Wahdah Cabang yang telah menjadi pionir pergerakan di setiap kecamatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Wilayah Sulawesi Selatan, Ustadzah Hj. Nur Amsi Mahmud, S.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya Mukerda sebagai momentum keimanan dan keteladanan.
“Mukerda ini adalah momentum yang menjadi bukti keimanan kita kepada Allah dan Rasulullah. Musyawarah merupakan sunnah yang sangat mulia dan agung, terlebih musyawarah yang membicarakan perjuangan penegakan agama Allah,” tuturnya.
Beliau juga mengajak seluruh peserta menjadikan Mukerda sebagai sarana meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta menorehkan cahaya kebaikan untuk Kabupaten Bone.
“Semoga kita yang dipilih oleh Allah dapat menorehkan cahaya kebaikan untuk Kabupaten Bone. Bersama-sama berjuang menjaga kalimat Laa ilaha illallah agar terus tegak di Bone tercinta,” lanjutnya.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Hj. Nur Amsi Mahmud menjelaskan makna tema Mukerda serta mengajak seluruh peserta untuk memberikan ide-ide terbaik demi kemajuan dakwah. Ia juga menegaskan lima titik fokus perjuangan Muslimah Wahdah Islamiyah ke depan, yaitu:
1) Pengokohan kelembagaan Muslimah Wahdah Daerah
2) Pengokohan dakwah dan kaderisasi
3) Pengokohan ketahanan keluarga
4) Pengokohan kemandirian keuangan
5) Membangkitkan peran pemudi dan syabab sebagai pelanjut estafet dakwah
Pada akhir kegiatan, beliau memberikan penguatan kepada seluruh peserta agar menjadikan iman dan takwa sebagai bekal utama dalam menjalankan amanah.
“Bekal terbaik kita dalam amanah ini adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Untuk mencapai target amal dan menghadapi dinamika serta rintangan perjuangan, kita membutuhkan iman dan takwa. Allah memilih kita, maka jadilah yang terdepan dalam mendekatkan diri kepada Allah,” pesannya.
Mukerda ini diharapkan menjadi titik penguatan semangat kebersamaan, keteguhan iman, serta kesungguhan dalam menjaga dan memajukan Bone tercinta melalui dakwah yang berkesinambungan. (*)



Tinggalkan Balasan