Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 2025 bertemakan “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Tema tersebut bukan sekadar kicauan belaka yang mewarnai perayaan, melainkan pesan dan pengingat akan pentingnya peran guru atau pendidik sebagai obor penerang untuk kemajuan bangsa. Di era perkembangan zaman yang terus berubah, keberadaan guru yang berkinerja secara profesional, berperilaku jujur, berintegritas, dan berdedikasi demi mencerdaskan putra-putri bangsa menjadi prasyarat mutlak bagi terwujudnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing pada tingkat global.

Guru merupakan pemegang kunci dalam pembentukan generasi muda yang berdaya saing. Pendidik tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik saja, tetapi juga mengenalkan dan menanamkan nilai moral, membangun kepribadian, serta mengasah pola pikir peserta didik. Di era digital denga arus informasi yang deras, guru harus bergerak menjadi sebagai pelita penunjuk arah agar peserta didik mampu memfilter informasi yang masuk, memanfaatkan teknologi sebagaimana seharusnya, dan merancang masa depan agar lebih baik lagi.Tanpa sosok guru yang hebat, mustahil Indonesia mampu mencetak generasi unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Akan tetapi, guru yang hebat tidak bisa lahir tanpa adanya dukungan yang memadai. Peringatan HGN dan HUT PGRI inilah yang harus menjadi momen refleksi bagi seluruh stakeholder untuk mengkaji kondisi pendidikan dan kesejahteraan guru saat ini. Peningkatan berbagai aspek dalam hal pemerataan pelatihan profesional guru, pengadaan sarana dan prasarana sekolah, bahkan pemberian penghargaan yang layak bagi para pendidik sangatlah dibutuhkan. Guru yang kuat adalah mereka yang didukung oleh sistem pendidikan yang kuat pula. Karena itu, komitmen pemerintah dan masyarakat dalam memperbaiki kualitas pendidikan tidak boleh berhenti pada tataran wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan langkah konkret.

Tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” pada dasarnya mengandung makna bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya terletak pada pembangunan ekonomi atau kemajuan teknologi, tetapi pada kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia yang beradab. Kondisi tersebut yang menjadikan guru sebagai poros perubahan. Guru adalah pembentuk karakter, penanam nilai dan moral generasi muda. Di tengah berbagai fenomena sosial seperti SARA, rasisme, krisis etika, hingga degradasi moral, keberadaan guru yang menjadi teladan sangat diperlukan.

Guru yang hebat tidak hanya terampil dalam mengajar, tetapi juga mampu menginspirasi dan membimbing peserta didik untuk menjadi pribadi yang berakhlak dan bertanggung jawab.
Dalam menghadapi tantangan di era digital, seperti cyber bullying, keyboard warrior, hingga peretasan, Indonesia sangat membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat. Peran guru dalam membentuk generasi tersebut tidak dapat digantikan oleh teknologi apa pun. Karena itu, investasi terbesar sebuah bangsa seharusnya ditujukan kepada para pendidiknya. Oleh karena itu, guru yang kuat akan akan membentuk generasi kuat.

Dengan demikian, peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 ini bukan hanya sekadar agenda tahunan belaka, melainkan juga sebagai sarana untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkomitmen dalam peningkatan kualitas pendidikan. Guru yang hebat akan lahir dari lingkungan pendidikan yang sportif dan menghargai peran pendidik. Jika guru dihargai, diberdayakan, didukung, dan dimuliakan, maka Indonesia akan memiliki fondasi yang tahan banting untuk melangkah menuju Indonesia hebat. Dengan kata lain “Guru Hebat, Indonesia Kuat” jangan hanya jadi semboyan, tetapi harus menjadi arah yang terus diperjuangkan bersama demi Indonesia maju dan berkualitas. (*)