BONE– Di tengah kemudahan komunikasi digital yang semakin berkembang, ancaman penipuan dengan berbagai modus juga ikut meningkat. Kali ini, nama Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Modus yang digunakan terbilang meyakinkan. Pelaku memakai foto profil yang menampilkan sosok Bupati Bone dengan pakaian PDH kepala daerah berwarna putih, sehingga sekilas terlihat seperti akun resmi. Dengan identitas palsu itu, oknum mencoba menghubungi sejumlah pihak dan mengatasnamakan kepala daerah.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Bone secara tegas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap nomor yang tidak dikenal, terlebih jika mengaku sebagai dirinya atau pejabat pemerintah lainnya.

“Saya meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada nomor yang tidak dikenal, apalagi mengatasnamakan diri saya. Itu adalah oknum yang melakukan penipuan. Jangan dilayani karena itu jelas penipuan,” tegasnya.

Fenomena pencatutan identitas pejabat bukan hal baru. Biasanya, pelaku memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap figur publik untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dengan teknologi yang semakin canggih, foto profil dan identitas bisa disalin dengan mudah sehingga tampak seolah-olah resmi.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi sebelum merespons pesan yang mencurigakan. Salah satu langkah sederhana adalah mengecek kembali nomor yang menghubungi serta tidak mudah memberikan data pribadi maupun informasi penting.

Di balik peringatan ini, terselip pesan penting bahwa kewaspadaan menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai bentuk penipuan digital. Pemerintah daerah pun berharap masyarakat Bone semakin bijak dalam menggunakan media komunikasi, sehingga tidak ada lagi korban yang terjebak oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Dengan adanya klarifikasi langsung dari Bupati Bone, diharapkan masyarakat lebih tenang sekaligus lebih waspada, karena keamanan komunikasi digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kesadaran bersama seluruh warga. (*)