JAKARTA – Kabupaten Bone kembali mengukir tinta emas di kancah nasional. Dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2), Kabupaten Bone dinobatkan sebagai peringkat ke-10 nasional dalam Kinerja Pengelolaan Persampahan tingkat kabupaten.
Penghargaan bergengsi berupa trofi dan apresiasi tambahan tiga unit armada motor sampah diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Bupati Bone, H. A. Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.
Prestasi ini diraih setelah Bone berhasil menyisihkan puluhan kandidat lainnya dan masuk dalam jajaran elit 35 kabupaten/kota penerima penghargaan nasional, sebuah capaian yang menegaskan komitmen kuat daerah ini dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Rakornas yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)” menghadirkan momen langka dan penuh haru bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Di atas panggung kehormatan, dua saudara kandung berdiri membawa nama daerah masing-masing. Bupati Bone, H. A. Asman Sulaiman, menerima penghargaan kategori Kabupaten Terbaik. Pada momentum yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, S.T., juga menerima penghargaan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi dalam pembinaan lingkungan hidup di wilayahnya.
Pemandangan itu bukan sekadar simbol kekeluargaan, melainkan cerminan sinergi kepemimpinan yang harmonis antara tingkat provinsi dan kabupaten. Di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih, keduanya memperlihatkan bahwa kolaborasi nyata mampu melahirkan prestasi konkret.
Penghargaan ini diberikan setelah melalui proses penilaian ketat terhadap akselerasi penyelesaian persoalan sampah, mulai dari pengurangan di sumber, penguatan bank sampah, optimalisasi TPS3R, hingga peningkatan armada dan sistem pengangkutan.
Dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat secara masif dan berkelanjutan.
Usai menerima penghargaan, Bupati Bone menegaskan capaian ini adalah milik seluruh masyarakat.
“Masuk dalam peringkat 10 besar nasional adalah bukti bahwa kerja keras kita bersama, mulai dari petugas lapangan hingga seluruh elemen masyarakat, telah berada di jalur yang benar. Tiga unit motor sampah ini akan segera kami operasikan untuk memperkuat layanan kebersihan di wilayah yang sulit dijangkau armada besar,” tegasnya.
Bagi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, capaian Adipura bukanlah hasil kerja instan. Sejak hari-hari awal kepemimpinannya, ia memilih turun langsung ke lapangan. Got-got dan saluran drainase diperiksa, memastikan tidak tersumbat sampah. Ia ingin memastikan bahwa kebersihan bukan sekadar slogan, melainkan gerakan yang hidup di tengah masyarakat.
Sampah-sampah di dalam kota dipastikan terbuang pada tempatnya, didistribusikan hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), lalu dikelola melalui proses pengolahan yang telah disiapkan. Sistem pengelolaan diperkuat, kesadaran masyarakat digugah, dan koordinasi lintas perangkat daerah diperketat.
“Adipura itu bukan karena kita ingin dinilai. Bagi saya, kita harus ber-Adipura setiap hari dan sepanjang masa,” tegas Bupati Bone.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa pengelolaan sampah ke depan tidak hanya berhenti pada kebersihan semata. Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen mendorong pengelolaan sampah rumah tangga agar memiliki nilai ekonomi. Sampah diharapkan dapat diolah menjadi produk yang bernilai, membuka peluang usaha, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan rasa syukur dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bone serta masyarakat yang telah bersinergi mendukung kepemimpinan BerAmal. Menurutnya, penghargaan ini adalah milik seluruh warga Bone yang telah menjaga lingkungannya dengan penuh tanggung jawab.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, menjaga kebersihan bukan hanya demi penghargaan, tetapi demi wajah Kota Watampone sebagai pusat aktivitas dan kunjungan dari berbagai daerah. Kota yang bersih dan tertata rapi akan menghadirkan kenyamanan bagi warga maupun para tamu.
Ikon-ikon daerah yang dimiliki Bone tidak hanya menjadi sarana berlibur, tetapi juga harus ditunjang dengan lingkungan yang asri, bebas sampah, dan tertata baik. Dengan demikian, Watampone dapat tumbuh sebagai kota yang nyaman, ramah, dan membanggakan.
Satu tahun BerAmal, satu capaian membanggakan. Namun bagi Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin, Adipura bukanlah garis akhir. Ia adalah pijakan untuk terus bergerak, menjaga Bone tetap bersih, hari ini, esok, dan seterusnya. (*)



Tinggalkan Balasan