BONE– Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone melaksanakan kegiatan Pesantren Kilat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian dan peningkatan keimanan serta ketakwaan.
Kegiatan tersebut bertempat di Masjid Miftahu Taubah Lapas Watampone. (Rabu, 25/02)

Pesantren Kilat ini dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, membentuk akhlak yang baik, serta menumbuhkan kesadaran spiritual Warga Binaan sebagai bekal perbaikan diri selama menjalani masa pidana dan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan Sholat Dhuha bersama, dilanjutkan dzikir bersama, serta penyampaian materi keagamaan tentang penyelenggaraan jenazah yang dibawakan oleh pihak Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanete Riattang. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam sebagai bentuk pelaksanaan fardhu kifayah.

Kegiatan Pesantren Kilat ini turut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), serta Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat).

Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Kilat merupakan sarana pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan.

“Pesantren kilat ini menjadi wadah pembinaan keagamaan agar Warga Binaan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta memiliki bekal positif untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, baik selama berada di dalam lapas maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujar Rahnianto.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Warga Binaan Pemasyarakatan tampak antusias dan mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat serta disiplin.

Dengan terlaksananya kegiatan Pesantren Kilat ini, diharapkan Warga Binaan Pemasyarakatan dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan serta mampu mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. (*)