BONE– Di tengah padatnya arus perjalanan menjelang Lebaran, Masjid Nurul Yaqin di Jalan Poros Makassar–Bone, Desa Lappawala, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone menjadi oase bagi para pemudik yang melintas di jalur tersebut.

Masjid yang berada di jalur strategis penghubung Makassar dan wilayah pedalaman Bone itu kini dikenal sebagai salah satu masjid ramah pemudik. Tidak hanya menjadi tempat beribadah, masjid ini juga disiapkan sebagai lokasi singgah yang nyaman bagi para musafir yang menempuh perjalanan jauh.

Sejak pagi hingga sore hari, sejumlah kendaraan tampak silih berganti berhenti di halaman masjid. Para pemudik turun sejenak untuk beristirahat, menunaikan salat, hingga sekadar menyegarkan diri sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ulaweng, H. Muhammad Saleh, mengatakan Masjid Nurul Yaqin terus dipenuhi oleh pemudik yang memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

“Alhamdulillah hari ini Masjid Nurul Yaqin dipenuhi pemudik yang singgah untuk beristirahat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, pemudik yang singgah tidak hanya berasal dari arah Makassar menuju Bone. Sebagian besar justru merupakan warga dari Kota Watampone yang hendak melanjutkan perjalanan ke sejumlah kecamatan di wilayah pedalaman.

“Yang singgah ternyata bukan hanya dari Makassar. Banyak juga dari Bone kota yang menuju Libureng, Bakunge, Ponre dan beberapa daerah lainnya,” jelasnya.

Selain menyediakan ruang istirahat yang teduh, masjid ini juga memiliki fasilitas air bersih yang berasal langsung dari sumber mata air pegunungan. Air tersebut dimanfaatkan para pemudik untuk berwudu, mandi, hingga mengisi ulang persediaan air minum mereka.

Kesegaran air pegunungan itu menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para musafir yang kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang.

Tidak hanya itu, pengurus masjid juga menyediakan sejumlah obat-obatan sederhana yang bisa dimanfaatkan para pemudik secara gratis. Penyediaan obat tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Puskesmas Ulaweng.

“Obat yang tersedia seperti obat sakit kepala, maag, pusing, muntah hingga obat diare. Semua kami siapkan gratis bagi pemudik,” kata Muhammad Saleh.

Bagi para pemudik, keberadaan masjid seperti ini terasa sangat membantu. Rahmat (37), salah seorang pemudik yang hendak menuju Kecamatan Libureng, mengaku senang bisa menemukan tempat singgah yang nyaman di tengah perjalanan.

“Tempatnya nyaman untuk istirahat. Airnya juga segar sekali karena dari gunung. Sangat membantu bagi kami yang sedang dalam perjalanan,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Siti Rahma (32), pemudik yang sedang dalam perjalanan menuju Kecamatan Ponre. Ia mengatakan keberadaan masjid ramah pemudik menjadi solusi bagi para musafir yang membutuhkan tempat beristirahat sejenak.

“Kalau perjalanan jauh memang butuh tempat singgah. Di sini bisa istirahat sebentar, salat dan minum air sebelum lanjut perjalanan,” katanya.

Di tengah hiruk pikuk arus mudik, Masjid Nurul Yaqin menjadi bukti bahwa rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat berdoa, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan kehangatan bagi siapa saja yang sedang dalam perjalanan. (*)