BONE– Prestasi membanggakan kembali datang dari generasi muda Kabupaten Bone. Muh. Asrul Rafzanjani, siswa kelas XII SMA Negeri 3 Bone, sukses mengharumkan nama daerah, Provinsi Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia di panggung dunia setelah meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026 yang berlangsung di Kamboja.
Sebelum menapaki pentas dunia, Asrul lebih dulu menunjukkan kapasitasnya di tingkat nasional. Pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kun Khmer yang digelar pada 5–6 Desember 2025, ia tampil gemilang dan berhasil merebut medali emas. Prestasi itu menjadi pintu baginya untuk dipercaya memperkuat Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026.
Di ajang internasional tersebut, Asrul tampil mewakili kelas Junior Putra 56–59 kilogram. Ia menghadapi atlet-atlet tangguh dari berbagai negara, namun semangat juang dan kerja kerasnya membawa hasil manis. Setelah menundukkan atlet tuan rumah Kamboja di babak sebelumnya, ia melaju ke partai final dan berhadapan dengan atlet dari Filipina. Pertarungan berlangsung sengit, namun berkat strategi dan arahan pelatih, Asrul mampu mengatasi lawannya dan memastikan medali emas untuk Indonesia.
“Pada saat bertanding saya merasa sangat bangga sekaligus terharu. Saya bersyukur diberi kepercayaan untuk mewakili Indonesia. Lawan-lawan yang saya hadapi sangat kuat, tetapi berkat arahan pelatih dan latihan yang selama ini saya jalani, akhirnya saya bisa meraih kemenangan dan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia,” ungkap Asrul.
Perjalanan menuju prestasi itu tidak ia dapatkan secara instan. Sejak kecil, tepatnya sejak duduk di bangku sekolah dasar, Asrul sudah menyukai seni bela diri. Ia pernah belajar silat Bugis di kampung halamannya, Desa Gading, Kecamatan Rebo. Selain itu, ia juga sempat menekuni karate, meski saat itu belum pernah mengikuti kejuaraan.
Semangatnya semakin terarah ketika ia masuk SMA. Di sinilah ia bertemu dengan sosok pelatih Dani yang kemudian membimbingnya mendalami dunia bela diri secara serius. Ia sempat mencoba beberapa cabang olahraga, seperti tinju, namun belum berhasil meraih prestasi. Hingga akhirnya ia kembali fokus pada cabang yang digelutinya dan mulai mengikuti berbagai kejuaraan.
Kerja keras itu berbuah manis ketika ia tampil pada kejuaraan di Makassar. Dalam pertandingan tersebut, Asrul tampil luar biasa dengan menjatuhkan lawannya dalam waktu kurang dari dua menit melalui tendangan keras yang membuat lawannya tersungkur. Kemenangan spektakuler itu mengantarkannya meraih juara sekaligus membuka jalan menuju Kejuaraan Dunia di Kamboja.
Sepulang dari ajang dunia, Asrul bersama pelatihnya, Dani, menemui Bupati Bone untuk melaporkan keberhasilannya sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah untuk menghadapi sejumlah agenda kejuaraan ke depan. Ia dijadwalkan mengikuti kejuaraan “One Night” tingkat Sulawesi Selatan di Makassar pada April 2026, serta Kejuaraan Asia pada Juni 2026.
Bupati Bone yang menerima langsung kedatangan atlet muda tersebut mengaku bangga atas prestasi yang diraih Asrul. Menurutnya, tidak semua orang mampu membawa nama daerah hingga ke tingkat dunia.
“Ini kebanggaan besar bagi Kabupaten Bone. Tidak semua orang bisa mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat internasional. Kami sangat bangga memiliki putra daerah seperti Asrul yang berhasil mengangkat nama Bone, Sulawesi Selatan, dan Indonesia di pentas dunia,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bone, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan agar Asrul dapat terus mengembangkan prestasinya dan kembali membawa nama daerah di berbagai kejuaraan mendatang.
Prestasi Muh. Asrul Rafzanjani menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu membawa anak daerah menembus panggung dunia. Dari Desa Gading di Kecamatan Rebo, ia kini berdiri sebagai salah satu kebanggaan Bone yang mengibarkan Merah Putih di arena internasional. (*)



Tinggalkan Balasan