BONE– Di tengah sejuknya udara pagi di jantung Kota Watampone, suasana di Taman Arung Palakka kini terasa berbeda. Tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati kerindangan pepohonan dan udara segar, taman ini juga perlahan menjelma sebagai ruang edukasi sekaligus tempat menumbuhkan kecintaan terhadap satwa, khususnya burung merpati.

Setiap pagi, sebelum memulai aktivitas pemerintahan, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman memanfaatkan waktunya dengan berolahraga ringan di kawasan taman. Ia berjalan kaki menyusuri jalur taman yang berdekatan dengan Lapangan Merdeka Watampone, menikmati udara pagi sambil menyapa warga yang juga berolahraga.

Namun, ada satu aktivitas yang selalu menjadi momen menarik dari rutinitas paginya. Setelah berjalan kaki, ia menghampiri sangkar-sangkar burung merpati yang kini menghuni taman tersebut.

Burung-burung merpati itu awalnya dibawa oleh para kepala perangkat daerah dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone dalam momentum Hari Kasih Sayang 14 Februari. Mereka kemudian ditempatkan di sangkar yang ada di taman. Seiring waktu, burung-burung itu tidak lagi terbang jauh, melainkan menjadikan taman sebagai rumah baru mereka.

Setiap pagi, merpati-merpati itu beterbangan bebas di sekitar taman. Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga, terutama anak-anak yang datang bermain sambil menyaksikan kepiawaian burung merpati terbang dan kembali ke tempatnya.

Turut hadir dalam aktivitas tersebut Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Andi Habibie, ST., M.Si., yang ikut memantau perkembangan kawasan taman yang kini semakin tertata pada Kamis 12 Maret 2026.

Bagi Bupati Bone, keberadaan burung merpati bukan sekadar menambah keindahan taman. Ia menyebut burung yang dikenal setia dengan pasangannya itu juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

Setiap pagi, ia kerap memberi makan burung-burung tersebut. Aktivitas sederhana itu menjadi cara baginya meluangkan waktu sejenak dari kesibukan pemerintahan, sekaligus menyalurkan hobinya yang menyukai hewan peliharaan.

“Burung merpati ini bukan hanya untuk memperindah taman, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pengunjung agar lebih dekat dengan hewan,” ujarnya.

Ide menghadirkan merpati di taman ini bahkan sempat ia dorong pada momentum Hari Valentine lalu. Ia meminta para camat membawa burung merpati sebagai simbol menghidupkan kembali suasana Taman Arung Palakka yang kini semakin hijau dan ramai dikunjungi warga.

Kini, setiap malam taman tersebut dipadati masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM di sekitar kawasan taman turut menambah semarak suasana, menjadikan ruang publik ini bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bupati berharap keberadaan burung merpati ini dapat dijaga dan dipelihara bersama oleh masyarakat. Dengan perawatan yang baik, burung-burung tersebut diharapkan dapat berkembang biak sehingga jumlahnya semakin banyak dan semakin memperkaya kehidupan di taman.

Tak hanya merpati, di kawasan taman juga terdapat beberapa burung Kasuari yang dipelihara sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan anak-anak yang ingin mengenal lebih dekat dunia satwa.

Dengan konsep ruang terbuka hijau yang hidup, Taman Arung Palakka kini perlahan menjadi destinasi rekreasi sekaligus pembelajaran. Di sana, warga bukan hanya menikmati rindangnya pepohonan, tetapi juga belajar tentang kehidupan satwa, kesetiaan burung merpati, dan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam. (*)