BONE– Riuh langkah ribuan peserta memadati Lapangan Merdeka Watampone, Minggu pagi (6/4/2026). Momentum jalan santai dalam rangka Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 tak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga membawa berkah tak terduga bagi pelaku UMKM kecil di tengah keramaian.

Di antara deretan pedagang yang menjajakan dagangannya, seorang penjual kerupuk keliling wanita paruh baya dengan beban hidup tujuh orang anak tak pernah menyangka nasibnya akan berubah hari itu.

Perhatian itu datang langsung dari H. Andi Amran Sulaiman. Didampingi oleh sang adik, H. Andi Sudirman Sulaiman, serta Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, sang menteri mengundang pedagang tersebut naik ke atas panggung, di hadapan ribuan peserta jalan santai “Anti Mager”.

Suasana seketika hening, berganti haru.

“Berapa biasanya laku sehari-hari kerupuknya?” tanya Mentan dengan nada lembut.

Dengan suara pelan, wanita itu menjawab, penghasilannya tidak menentu. “Kadang Rp200 ribuan, Pak,” ujarnya.

Pertanyaan berikutnya lebih menyentuh.

“Berapa tanggungan ta?”

“Ada tujuh, Puang,” jawabnya jujur.

Jawaban itu seolah mengetuk hati semua yang hadir. Tanpa ragu, Andi Amran Sulaiman langsung mengambil keputusan yang mengundang tepuk tangan panjang.

“Tolong ini disimpan untuk modal usaha kerupuk ya, kasih Rp20 juta,” ucapnya tegas.

Tak berhenti di situ, di tengah suasana kegiatan yang masih berlangsung, Mentan juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat lain dengan memberikan bantuan Rp10 juta kepada seorang anak yang sempat terpisah dari keluarganya di tengah kerumunan.

Momentum itu menjadi potret nyata bagaimana perayaan Hari Jadi Bone bukan sekadar seremoni, melainkan ruang hadirnya empati dan kepedulian sosial.

Bagi sang penjual kerupuk, bantuan tersebut bukan hanya angka melainkan harapan baru untuk memperbaiki usaha kecilnya dan masa depan tujuh anak yang ia tanggung.

Di tengah riuh perayaan, kisah sederhana itu menjadi pengingat: bahwa keberkahan sering hadir dari perhatian kecil yang tulus, di waktu dan tempat yang tak pernah diduga. (*)