BONE– Di balik padatnya agenda pemerintahan, ada sisi sederhana dari seorang pemimpin yang jarang tersorot. Saat bulan suci Ramadan tiba, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, justru menikmati sahur dengan menu yang akrab di dapur masyarakat pada umumnya.
Tidak ada hidangan mewah berlebihan di meja sahurnya. Justru sebaliknya, menu yang dipilih adalah makanan rumahan yang sederhana, sehat, dan mengenyangkan.
Salah satu makanan favoritnya saat sahur adalah pecel sayur. Sajian ini terdiri dari aneka daun-daunan segar yang disiram bumbu kacang, sebagai pelengkap cita rasa. Perpaduan gurihnya kacang dan segarnya sayuran menjadi pembuka selera yang membuat santap sahur terasa lebih nikmat.
“Pecel itu sederhana, tapi lengkap gizinya,” begitu kira-kira filosofi yang tergambar dari pilihannya. Menu tersebut bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal kebiasaan yang telah lama melekat dalam keseharian masyarakat.
Selain pecel, ikan berkuah dan sayur menjadi menu utama yang tidak pernah absen di meja sahur. Baginya, sayur adalah hidangan yang “tidak boleh alfa” — selalu harus ada. Kehangatan kuah ikan dipercaya membantu menjaga stamina selama berpuasa seharian penuh.
Tak ketinggalan, ikan bakar juga kerap menjadi pilihan. Aroma khas ikan bakar yang menggugah selera berpadu dengan lalapan dan sambal sederhana menciptakan suasana makan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Untuk penutup, buah-buahan segar menjadi pelengkap. Alpukat, apel, pir, hingga buah naga tersaji sebagai sumber vitamin alami. Kesegaran buah membantu menjaga kebugaran tubuh selama menjalani aktivitas pemerintahan yang tetap berjalan normal di bulan Ramadan.
Kebiasaan sahur dengan menu sederhana ini mencerminkan kedekatan Bupati dengan pola hidup masyarakat Bone. Di tengah tanggung jawab besar sebagai kepala daerah, ia tetap memilih kesederhanaan dalam hal makanan.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan, kesehatan, dan kebersamaan. Dari meja sahur yang sederhana itu, tersirat pesan bahwa kekuatan menjalani hari tak selalu datang dari kemewahan, melainkan dari pilihan yang sehat, cukup, dan penuh rasa syukur. (*)



Tinggalkan Balasan