BONE– Suasana religius terasa begitu kental di lingkungan SD Inpres 12/79 Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Selama sepekan di bulan suci Ramadan, sekolah ini melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan Amalia Ramadan yang bertujuan membina keimanan, memperkuat akhlak, serta menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada para siswa.
Kepala SD Inpres 12/79 Macanang, Akbar, S.Pd., M.M., Gr, menjelaskan bahwa kegiatan Amalia Ramadan merupakan program rutin sekolah yang diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan sebagai bagian dari pembinaan spiritual bagi siswa-siswi.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan keagamaan bagi anak-anak selama bulan suci Ramadan. Kami ingin menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan beribadah, serta akhlak yang baik sejak dini,” ujarnya.
Selama pelaksanaan Amalia Ramadan, para siswa mengikuti berbagai kegiatan religius, mulai dari tadarus Al-Qur’an, pembinaan tata cara berwudhu, hingga praktik salat yang benar. Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat teori, tetapi juga praktik langsung agar siswa lebih memahami dan membiasakan diri dalam menjalankan ajaran Islam.
Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah salat Dhuha berjamaah. Menariknya, pelaksanaan salat ini imamnya dilakukan secara bergantian bersama SD 24 Macanang yang berada dalam satu kompleks sekolah. Momentum tersebut juga diisi dengan ceramah agama yang memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, Amalia Ramadan di SD Inpres 12/79 Macanang tidak hanya berfokus pada pembinaan ibadah semata. Sekolah juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk memberikan edukasi sosial dan pembinaan karakter kepada para siswa.
Salah satu agenda penting adalah penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkotika yang menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bone (BNNK Bone). Rencananya, kepala BNNK Bone akan hadir langsung untuk memberikan edukasi kepada siswa maupun para guru tentang bahaya narkoba dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif tersebut sejak dini.
Selain itu, sekolah juga mengadakan penyuluhan anti-bullying dengan menghadirkan pihak Polsek setempat. Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya saling menghargai, menghindari perundungan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Melalui kegiatan ini, mereka diajak memahami bahaya narkoba dan pentingnya saling menghormati tanpa melakukan perundungan,” jelas Akbar.
Sebagai bentuk pembelajaran kepedulian sosial, dalam rangkaian Amalia Ramadan juga dilaksanakan program “Jumat Berkah”, di mana para siswa diajak untuk belajar bersedekah sesuai dengan kemampuan mereka. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi kepada sesama.
Seluruh rangkaian kegiatan Amalia Ramadan tersebut nantinya akan ditutup dengan buka puasa bersama yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan antara siswa, guru, dan keluarga besar sekolah dalam suasana penuh kebersamaan dan keberkahan Ramadan.
Melalui program Amalia Ramadan ini, SD Inpres 12/79 Macanang tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga membangun fondasi karakter generasi muda yang beriman, berakhlak, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya. Di tengah semangat Ramadan, sekolah ini berupaya menjadikan pendidikan tidak hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang nilai, akhlak, dan masa depan generasi bangsa. (*)



Tinggalkan Balasan