BONE– Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan yang kian nyata, harapan itu kini muncul dari dalam tanah. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI menggencarkan program pembangunan sumur bor skala besar di berbagai wilayah Indonesia sebuah langkah strategis untuk memastikan akses air bersih tetap terjaga, sekaligus memperkuat sektor pertanian.

Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah yang merespons cepat peluang ini. Di bawah kepemimpinan Andi Asman Sulaiman sebagai Bupati Bone bersama Andi Akmal Pasluddin, pemerintah daerah tidak hanya menyambut program tersebut, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dengan mengusulkan pembangunan 50 unit sumur bor.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Bone dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, sehingga ketersediaan air menjadi faktor krusial dalam menjaga produktivitas pertanian. Di banyak wilayah, terutama saat musim kemarau, petani kerap dihadapkan pada keterbatasan air yang berdampak pada hasil panen.

Kini, harapan itu mulai terwujud. Sebanyak 10 unit sumur bor telah berhasil dibangun di berbagai titik strategis di Kabupaten Bone. Sumur-sumur ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan sumber kehidupan baru mengalirkan air bersih ke masyarakat sekaligus menjadi penopang irigasi lahan pertanian.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menegaskan bahwa program ini akan segera memasuki tahap berikutnya. Dalam waktu dekat, sumur bor yang telah rampung akan diresmikan secara serentak. Peresmian ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan air dan pangan di daerah.

“Ini adalah bagian dari upaya kita memastikan masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih, sekaligus mendukung petani agar tetap produktif,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program sumur bor ini mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Di satu sisi, Kementerian PU menghadirkan solusi berbasis infrastruktur. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bone memastikan program tersebut tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagi warga, kehadiran sumur bor ini membawa perubahan nyata. Air yang sebelumnya sulit didapat kini lebih mudah diakses. Lahan pertanian yang dulu mengandalkan hujan kini memiliki sumber air yang lebih stabil. Di balik gemericik air yang mengalir, tersimpan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Dengan langkah yang terus berlanjut, Bone tidak hanya sedang membangun sumur tetapi juga membangun masa depan yang lebih tangguh, dari dalam tanah hingga ke seluruh penjuru kehidupan masyarakatnya. (*)