BONE– Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Bone menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan perekonomian daerah tetap bergerak dan perputaran uang di masyarakat terus menggeliat. Momentum Lebaran dinilai sebagai periode penting bagi ekonomi daerah, terutama karena meningkatnya aktivitas belanja masyarakat serta kedatangan para perantau yang pulang kampung.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal sekaligus mencegah terjadinya aliran dana keluar daerah atau money out flow secara signifikan.

Langkah ini disusun dengan mengacu pada data serta tren pergerakan ekonomi masyarakat yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan yang tepat dalam menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal.

“Momentum Lebaran harus menjadi kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan aktivitas ekonomi. Kita ingin perputaran uang tetap berada di daerah sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Bone,” ujar Bupati.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mendorong peningkatan produksi barang dan jasa lokal. Pemerintah daerah mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum Lebaran dengan memperbanyak produk kebutuhan masyarakat seperti makanan khas, pakaian, hingga jasa pelayanan.

Dengan meningkatnya produksi lokal, kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat pengawasan harga barang dan jasa di pasar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar yang dapat membebani masyarakat menjelang Lebaran.

Pemantauan harga dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat pengawas di lapangan.

Strategi berikutnya adalah mempromosikan destinasi wisata lokal. Pemerintah Kabupaten Bone melihat potensi besar dari kunjungan para pemudik yang kembali ke kampung halaman.

Dengan memperkenalkan objek wisata daerah, para pemudik diharapkan tidak hanya bersilaturahmi dengan keluarga, tetapi juga menghabiskan waktu berwisata di daerah sendiri sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi prioritas. Pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum tradisi lisu kampong atau arus mudik warga Bone.

Para pelaku usaha didorong untuk lebih aktif mempromosikan produknya melalui media sosial, videotron, hingga menggandeng selebgram lokal agar produk daerah semakin dikenal.

Dengan strategi promosi tersebut, UMKM diharapkan mampu meraih peluang ekonomi dari tingginya aktivitas masyarakat selama musim mudik.

Pemerintah juga memastikan sistem logistik berjalan lancar agar tidak terjadi kekurangan pasokan barang. Distribusi yang baik akan membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan pelaku usaha, terus diperkuat untuk menghindari gangguan distribusi menjelang Lebaran.

Langkah berikutnya adalah memperkuat kemitraan dengan sektor swasta guna mendorong investasi dan aktivitas ekonomi daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Strategi terakhir adalah pengelolaan keuangan daerah yang efektif, termasuk mendorong belanja lokal melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PPPK.

Pemerintah daerah mengimbau agar dana THR yang diterima para ASN dan PPPK dibelanjakan sebanyak mungkin di wilayah kabupaten atau kota masing-masing, sehingga uang yang beredar tetap berada di daerah dan memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha lokal.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone berharap perekonomian daerah tetap stabil dan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan penuh kenyamanan.

Momentum Idul Fitri bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)