BONE–Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone menyalurkan bantuan bagi korban angin puting beliung di Desa Matajang, Kecamatan Dua Boccoe, Minggu (23/2/2025). Bantuan berupa sembako dan makanan siap saji ini diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM, bersama Baznas Bone.
Angin puting beliung yang melanda Desa Matajang pada Sabtu sore (22/2/2025) mengakibatkan 32 rumah mengalami kerusakan. Dalam penyaluran bantuan ini, turut hadir Kadis Sosial Drs. A. Mappangara, Plt. Kepala Dinas BPBD A. Muslam, Pimpinan Baznas Rusmin Igho, Asisten I Anwar, serta Camat Dua Boccoe H. Amirat. Anggota DPRD Bone dari Fraksi Gerindra, Sulfiana, dan Yuyun dari Fraksi PKS juga turut mendampingi proses penyaluran bantuan.
Kadis Sosial Drs. A. Mappangara menegaskan bahwa Pemkab Bone selalu responsif terhadap setiap musibah yang menimpa masyarakat. “Sebanyak 32 kepala keluarga terdampak akan mendapatkan bantuan selama satu minggu dalam masa tanggap bencana. Bantuan yang disalurkan berasal dari APBD dan APBN, termasuk selimut, makanan siap saji, family kit, serta perlengkapan mandi dari Kementerian Sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa laporan insidentil dari kepala desa dan camat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyalurkan bantuan. “Kami berharap adanya program dari Kementerian Sosial berupa Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) untuk membantu perbaikan rumah warga terdampak. Hingga kini, asesmen dari Kementerian Sosial masih berlangsung guna menentukan penerima manfaat,” tambahnya.
Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi dalam penanganan bencana. “Semalam, Bapak Bupati langsung merespons cepat situasi ini. Kami mengapresiasi seluruh tim yang telah bergerak dengan sigap. Walaupun bantuan ini mungkin tidak terlalu besar, setidaknya dapat memenuhi kebutuhan mendesak warga sementara waktu. Ke depan, kami akan mengupayakan bantuan rehabilitasi rumah serta tali asih dari Baznas,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Bone telah mengalokasikan anggaran khusus untuk bencana, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari pusat. “Bencana tidak bisa kita prediksi, namun kita harus selalu siap. Kami tidak ingin ada warga yang terkena bencana tanpa mendapatkan perhatian,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga. “Mendengar kabar ini, saya langsung meminta dinas terkait untuk memberikan atensi penuh. Sebagai pemerintah, kita harus selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih dalam kondisi seperti ini. Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap cuaca yang tidak menentu,” pesannya.
Dalam proses tanggap darurat ini, Pemkab Bone juga melibatkan 180 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), termasuk 60 personel dari Kecamatan Dua Boccoe yang dengan sigap membantu masyarakat tanpa pamrih.
Bencana ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu siap menghadapi situasi darurat. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan beban warga terdampak dapat segera teringankan dan mereka bisa kembali bangkit dari musibah ini. (*)



Tinggalkan Balasan