BONE– Satu tahun kepemimpinan BerAmal di bawah nahkoda H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM sebagai Bupati Bone dan Dr. H. Andi Akmal Pasluddin sebagai Wakil Bupati Bone menghadirkan warna baru dalam pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Salah satu wajah perubahan itu tampak nyata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Pancaitana.
Di bawah kepemimpinan Direktur Muhammad Rostang, SE., SKM., M.Kes rumah sakit tipe C milik Pemerintah Kabupaten Bone tersebut terus bertransformasi, membenahi sistem, meningkatkan fasilitas, serta menghadirkan inovasi demi pelayanan kesehatan yang semakin prima bagi masyarakat.
Komitmen perbaikan layanan itu tercermin dari meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Jika sebelumnya berada pada angka 78, kini melonjak menjadi 82,89. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kepercayaan publik yang kian menguat terhadap kualitas layanan RSUD Datu Pancaitana.
Peningkatan ini menjadi indikator bahwa pembenahan manajemen, kedisiplinan pegawai, hingga respons terhadap keluhan pasien berjalan searah dengan harapan masyarakat.
Sepanjang 2024–2025, manajemen rumah sakit meluncurkan sejumlah inovasi. Hadirnya PIPP menjadi langkah konkret dalam mempercepat respons terhadap kebutuhan dan pengaduan pasien. Sementara itu, SIMPERS diterapkan untuk memperkuat kedisiplinan dan kinerja pegawai, memastikan pelayanan berlangsung tepat waktu dan profesional. Inovasi tersebut menjadi bagian dari budaya kerja baru: melayani dengan sistem yang tertata dan hati yang tulus.
Kepercayaan publik juga terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan rawat jalan yang mencapai 38.892 pasien. Lonjakan ini menunjukkan RSUD Datu Pancaitana semakin menjadi pilihan utama masyarakat Bone dan sekitarnya dalam mendapatkan layanan kesehatan.
Peningkatan kunjungan tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun manajemen meresponsnya dengan langkah strategis agar pelayanan tetap nyaman dan tidak menimbulkan kepadatan berlebihan.
Pembenahan sarana dan prasarana turut menjadi prioritas. Ruang antri ditata lebih baik untuk memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga. Mushola juga ditingkatkan agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk selama mendampingi proses pengobatan.
Sentuhan-sentuhan kecil namun bermakna ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara soal medis, tetapi juga kenyamanan dan kemanusiaan.
Terobosan terbaru yang mendapat respons positif adalah pembukaan layanan poliklinik pagi dan sore. Pada tahap awal, layanan ini dibuka untuk Poli Interna dan Poli Anak.
Poli pagi beroperasi pukul 08.00 hingga 13.00 Wita, sedangkan poli sore melayani pukul 13.00 sampai 16.00 Wita, dengan dua dokter yang bertugas secara bergantian.
Menurut Direktur Muhammad Rostang, pembagian waktu ini diharapkan mampu mengurai kepadatan pasien sekaligus memberikan alternatif waktu berobat, khususnya bagi masyarakat yang memiliki kesibukan pada pagi hari. “Kalau tidak sempat pagi karena kesibukannya, silakan ambil poli sore,” ujarnya.
Kebijakan ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih fleksibel dan mudah diakses tanpa terkendala waktu.
Satu tahun kepemimpinan BerAmal menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. RSUD Datu Pancaitana tidak hanya berbenah secara fisik, tetapi juga membangun sistem dan budaya pelayanan yang profesional dan humanis.
Ke depan, manajemen rumah sakit akan terus melakukan evaluasi, termasuk membuka kemungkinan penambahan poli sesuai kebutuhan dan tingkat kunjungan pasien.
Dengan semangat inovasi dan pelayanan yang tulus, RSUD Datu Pancaitana berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bone. Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Kami akan terus berinovasi dan melayani dengan hati. (*)



Tinggalkan Balasan