BONE– Ketegangan yang sempat mencuat di Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, akhirnya mereda setelah Camat Tanete Riattang, Dr. Andi Muhammad Iqbal Walinono, SE., M.Si, MH turun langsung melakukan mediasi, Rabu (1/4/2026).

Langkah cepat itu dilakukan menyusul memanasnya hubungan antara satuan tugas (satgas) kebersihan, para kepala lingkungan, dan Lurah Manurunge, Syamsiar. Mediasi digelar di Lingkungan Ponceng dan turut dihadiri Sekretaris Camat (Sekcam) Tanete Riattang, menjadi ruang terbuka bagi semua pihak untuk menyampaikan aspirasi.

Gejolak dipicu oleh keputusan lurah yang memberhentikan dua anggota satgas kebersihan dengan alasan merangkap pekerjaan. Kebijakan tersebut menuai penolakan luas. Dari lima kepala lingkungan di Manurunge, empat di antaranya secara terbuka menyatakan keberatan.

Tak hanya itu, kebijakan kerja bakti hingga malam hari juga menjadi sorotan. Para satgas menyampaikan bahwa mereka tidak menolak kerja bakti malam jika bersifat insidental, namun menolak jika dijadikan rutinitas.

“Kami bukan mesin, kami juga manusia yang butuh istirahat,” ungkap salah satu perwakilan satgas.

Dalam suasana dialogis, Camat Andi Muhammad Iqbal Walinono menampung seluruh keluhan dan aspirasi. Ia kemudian mempertemukan semua unsur, lurah, kepala lingkungan, dan satgas untuk mencari titik temu.

Camat menegaskan agar rencana pemecatan tidak dilakukan, sekaligus meminta seluruh pihak tetap menjaga komitmen terhadap kebersihan lingkungan. Ia juga mendorong evaluasi kebijakan jam kerja bakti agar lebih manusiawi.

“Kerja bakti sebaiknya dilakukan pada pagi, siang, atau sore hari. Malam hari hanya untuk kondisi mendesak,” tegasnya.

Lebih jauh, Camat menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah kelurahan sejatinya bertujuan menjaga kondisi wilayah tetap bersih dan kondusif. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut harus tetap mempertimbangkan kondisi sosial dan kemampuan masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya komunikasi yang sehat agar tidak terjadi miskomunikasi di kemudian hari. Semua keluhan, kata dia, harus disampaikan melalui jalur yang tepat agar bisa dicarikan solusi terbaik.

Dalam arahannya, Camat juga mengutip pesan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, bahwa jika belum mampu mensejahterakan masyarakat, setidaknya pemerintah harus mengurangi beban masyarakat.

Mediasi ini menjadi titik balik bagi hubungan antara pemerintah kelurahan dan elemen masyarakat di Manurunge. Semangat kolaborasi dan saling memahami kembali ditekankan sebagai fondasi utama.

Camat berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam mewujudkan visi pembangunan Bone yang lebih baik.

“Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya. Mari kita saling mendukung dan menjaga kebersamaan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)