BONE– Di tengah geliat peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan, UPT SMAN 1 Bone kembali menunjukkan kelasnya. Sekolah yang dikenal sebagai “sekolahnya Gubernur Sulsel” H. Andi Sudirman Sulaiman ini sukses mengantarkan puluhan siswanya menembus perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa tes pada tahun 2026 sebuah capaian yang tak hanya membanggakan, tetapi juga menegaskan konsistensi mutu pendidikan yang dibangun dari tahun ke tahun.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Drs. Muhdar, M.Pd, SMAN 1 Bone berhasil meluluskan 51 siswa melalui jalur tanpa tes, terdiri dari 36 siswa lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan 15 siswa melalui jalur SPAN-PTKIN. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret nyata kerja kolektif antara siswa, guru, dan manajemen sekolah yang terbangun dengan visi besar.
Sorotan utama datang dari keberhasilan empat siswa menembus fakultas kedokteran di kampus ternama. Nama-nama seperti Wilbert Melvin Kwandou yang lolos ke Pendidikan Kedokteran di Universitas Hasanuddin, Michelle Yoshiko Thios yang diterima di Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Andi Dava Mahardika di Kedokteran Hewan Unhas, serta Alkhaerani Trie Fahriani di Kedokteran Gigi Unhas menjadi bukti bahwa siswa daerah mampu bersaing di level nasional.
Tak hanya itu, sebaran kelulusan juga menjangkau berbagai kampus unggulan lainnya. Sejumlah siswa diterima di Universitas Negeri Makassar dan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Bahkan, A. Adiba Faradhiba berhasil melangkah lebih jauh dengan diterima di Universitas Brawijaya.
Sementara itu, jalur keagamaan melalui SPAN-PTKIN juga tak kalah membanggakan. Salah satunya, Andi Al-Fatiha Tungga Dewi yang berhasil lolos ke UIN Walisongo Semarang, serta siswa lainnya yang diterima di IAIN Bone.
Kepala UPT SMAN 1 Bone, Drs. Muhdar, M.Pd mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Baginya, keberhasilan ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga hasil dari proses panjang pembinaan karakter dan disiplin belajar siswa. Ia menegaskan bahwa tembusnya empat siswa ke fakultas kedokteran merupakan pencapaian istimewa yang tidak semua sekolah mampu raih secara konsisten setiap tahun.
Lebih dari itu, Muhdar juga memberikan pesan yang menyejukkan bagi siswa yang belum berhasil di jalur SNBP maupun SPAN-PTKIN. Ia menekankan bahwa perjalanan belum berakhir. Masih ada jalur seleksi lain yang terbuka lebar dan bisa dimanfaatkan dengan persiapan yang matang.
Prestasi SMAN 1 Bone tahun ini menjadi refleksi bahwa kualitas pendidikan di daerah terus tumbuh dan mampu bersaing secara nasional. Di balik angka-angka kelulusan, tersimpan harapan besar: lahirnya generasi unggul dari Bone yang siap berkontribusi bagi bangsa. (*)



Tinggalkan Balasan