BONE–Kabupaten Bone kembali menorehkan sejarah penting dalam perjalanan birokrasi pemerintahan. Untuk pertama kalinya, seorang perempuan dipercaya mengemban amanah sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone. Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), resmi dilantik sebagai Pj. Sekda Bone menggantikan H. A. Saharuddin, S.STP., M.Si yang telah berakhir masa jabatannya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Rumah Jabatan Bupati Bone, Jalan Petta Ponggawae, Kelurahan Watampone, Jumat (9/1/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM.

Momentum tersebut tidak sekadar seremoni, namun menjadi panggung penyampaian pesan kuat Bupati Bone terkait arah birokrasi ke depan. Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, Ketua TP PKK Bone Hj. Maryam, Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Maya Damayanti, Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, serta seluruh pimpinan OPD lingkup Pemkab Bone.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Asman menegaskan bahwa pelantikan Pj. Sekda merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan. Namun lebih dari itu, ia menyebut penunjukan Hj. Andi Tenriawaru sebagai simbol keadilan dan kesempatan yang setara dalam pemerintahan.

“Ini sejarah buat Kabupaten Bone. Untuk pertama kalinya, seorang srikandi diberikan amanah sebagai Pj. Sekda Bone. Ini bagian dari mewujudkan Bone berkeadilan. Semua punya kesempatan,” tegasnya.

Bupati menekankan bahwa jabatan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk bekerja dan menyelesaikan persoalan. Ia mengingatkan bahwa yang dinilai bukan sekadar aktivitas, tetapi hasil yang dirasakan masyarakat.

“Jabatan itu biasa, yang luar biasa itu kerjanya. Bukan hanya mengerjakan tugas, tapi menyelesaikan tugas,” ujarnya lugas.

Dengan nada tegas namun terbuka, Bupati juga menyoroti kinerja sejumlah OPD yang dinilainya belum maksimal. Ia mencontohkan program yang telah dianggarkan namun belum memberi dampak nyata, seperti penataan Taman Arung Palakka.

“Program jalan, tapi belum maksimal. Anggaran ada, tapi bunganya belum kelihatan,” kata Bupati.

Sebagai bentuk keseriusan, Bupati menyatakan telah berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pengawasan kinerja OPD. Bahkan, ia mengaku telah mengantongi catatan evaluasi bagi sejumlah pejabat eselon II.

“Saya target eselon II. Hati-hati ya. Jangan sampai diam-diam kerja. Saya mau lantik sepuluh orang, tapi saya masih kasih kesempatan,” ujarnya mengingatkan.

Namun di balik ketegasan itu, Bupati juga membuka ruang bagi perbaikan dan komunikasi. Ia menegaskan pentingnya menyampaikan kinerja pemerintah kepada masyarakat agar kehadiran negara benar-benar dirasakan.

“Ada orang bekerja tapi tidak dilihat, karena tidak disampaikan. Jangan irit berkomunikasi, supaya masyarakat tahu pemerintah hadir dan bekerja,” pesannya.

Menutup arahannya, Bupati menyampaikan kepercayaan penuh kepada seluruh jajaran, seraya menegaskan bahwa peluang selalu diberikan bagi siapa pun yang mau bekerja dengan sungguh-sungguh.

“Saya jarang ke kantor karena saya percayakan ke kita semua. Hubungan emosional kita punya. Saya selalu memberikan peluang,” tutupnya.

Pelantikan Hj. Andi Tenriawaru sebagai Pj. Sekda Bone bukan hanya penanda pergantian jabatan, tetapi juga awal babak baru penataan birokrasi Bone yang lebih adil, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. (*)