BONE– Semangat juang mulai terasa saat puluhan atlet bola voli Kabupaten Bone mengikuti screening resmi yang dipimpin langsung tim Technical Delegate dari PBVSI Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di Aula Pertemuan Sekretariat KONI Bone Kompleks Stadion Lapatau Bone. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang krusial dalam mempersiapkan kekuatan terbaik menghadapi Porprov 2026.
Sekretaris Umum Pengkab PBVSI Kabupaten Bone, Mukhlis, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa screening diikuti oleh 14 atlet putra dan 14 atlet putri untuk voli indoor. Sementara untuk voli pasir kategori 2×2 diikuti masing-masing 2 atlet putra dan 2 atlet putri, serta kategori 4×4 masing-masing 4 atlet putra dan 4 atlet putri. Seluruh kategori juga dilengkapi tiga atlet cadangan.
“Screening ini bukan hanya melihat kemampuan teknis, tetapi juga memastikan kelengkapan administrasi secara faktual,” ujar Mukhlis.
Verifikasi dilakukan secara ketat, meliputi pemeriksaan ijazah terakhir asli, Kartu Keluarga, KTP asli, atau kartu pelajar bagi atlet yang belum memiliki KTP. Bahkan, seluruh tim difoto bersama sebagai bagian dari identifikasi wajah resmi yang akan menjadi bukti autentik saat pertandingan Porprov berlangsung.
“Dengan dokumentasi ini, tidak bisa lagi ada pergantian atlet. Identitasnya sudah terkunci dan terverifikasi,” tegasnya.
Screening tersebut dipimpin langsung Sekretaris PBVSI Sulsel, Hamka Sunusi, didampingi Wakil Sekretaris Umum PBVSI Sulsel, Sufirman, serta Kabid Perlengkapan PBVSI Sulsel, Septimus Manora. Kehadiran langsung jajaran pengurus provinsi ini menambah legitimasi dan keseriusan proses seleksi atlet Bone.
Target yang dipasang pun tidak main-main. Tim voli putra Bone optimis mempertahankan medali emas yang diraih pada Porprov sebelumnya, sementara tim putri menargetkan emas sebagai pencapaian puncak.
Ketua KONI Kabupaten Bone, Asiswa Karim, memberikan apresiasi atas pelaksanaan screening tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi percontohan bagi cabang olahraga lain karena menghadirkan langsung tim dari Pengprov Sulsel.
“Screening ini bentuk keseriusan dan pertanggungjawaban. Kita ingin memastikan bahwa atlet yang tampil di Porprov 2026 benar-benar sah secara administrasi dan siap secara kualitas,” ujarnya.
Ia berharap, melalui screening yang terstruktur dan transparan ini, prestasi Porprov sebelumnya dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Secara khusus, ia menaruh harapan besar pada tim putri yang telah menunjukkan progres signifikan dalam pemantauan materi dan kualitas latihan.
Dengan administrasi yang rapi, identitas yang terverifikasi, dan semangat juang yang menyala, langkah awal PBVSI Bone ini bukan sekadar seleksi. Ia adalah pernyataan kesiapan: Bone datang ke Porprov bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk kembali berdiri di podium tertinggi. (*)



Tinggalkan Balasan