BONE– Suasana di Masjid Al Markaz Al Ma’arif terasa teduh dan khusyuk. Sabtu, 27 Februari 2024, deretan jamaah memenuhi saf untuk menunaikan salat Dhuhur berjamaah. Di antara mereka, tampak Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, yang turut larut dalam kekhidmatan ibadah.

Tak ada sekat protokoler yang mencolok. Orang nomor satu di Kabupaten Bone itu berdiri sejajar dengan jamaah lainnya. Usai salam terakhir dan doa bersama, suasana masjid masih dipenuhi keheningan yang menenangkan. Namun momen itu tak berhenti pada ritual ibadah semata.

Bupati kemudian menyapa para jamaah dengan hangat. Dengan nada lembut namun penuh penegasan, ia menyampaikan komitmennya selama bulan suci Ramadan untuk memanfaatkan waktu luang berkeliling dari masjid ke masjid, melaksanakan salat berjamaah bersama masyarakat.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita makmurkan masjid dengan salat berjamaah,” pesannya di hadapan jamaah.

Ia menekankan bahwa keberkahan Ramadan bukan hanya terletak pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga pada upaya memperbanyak ibadah serta menghidupkan masjid. Menurutnya, masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat pembinaan spiritual dan kebersamaan umat.

Dalam setiap kunjungannya ke masjid-masjid di berbagai wilayah Bone, Bupati ingin membangun kedekatan emosional dengan masyarakat sekaligus mengajak mereka untuk kembali menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan. Salat berjamaah, menurutnya, memiliki nilai persatuan yang kuat—menghapus sekat jabatan, status sosial, dan perbedaan latar belakang.

Program berkeliling masjid yang dilakukannya selama Ramadan menjadi bentuk keteladanan sekaligus ajakan nyata. Ia berharap, kehadirannya di tengah jamaah dapat memotivasi masyarakat untuk lebih rutin melaksanakan salat di masjid, tidak hanya pada Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.

Di tengah dinamika pemerintahan dan padatnya agenda daerah, langkah sederhana itu menjadi pesan kuat: kepemimpinan tak hanya hadir dalam ruang rapat dan kebijakan, tetapi juga di saf-saf masjid, bersama rakyatnya, dalam doa dan sujud yang sama.

Ramadan pun menjadi ruang silaturahmi yang hangat antara pemimpin dan masyarakat dalam bingkai ibadah dan kebersamaan. (*)