BONE– Momentum peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi panggung kebersamaan seluruh elemen daerah untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan. Di antara semarak itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Pancaitana tampil sebagai salah satu institusi yang aktif mengambil peran, menghadirkan wajah pelayanan kesehatan yang terus berbenah dan berinovasi.
Di bawah kepemimpinan Direktur, Muhammad Rostang, SE., SKM., M.Kes RSUD Datu Pancaitana ikut ambil bagian dalam berbagai rangkaian kegiatan HJB. Mulai dari stand pameran pembangunan hingga lomba olahraga tradisional, kehadiran rumah sakit ini menjadi simbol bahwa sektor kesehatan tidak hanya bekerja di balik layar, tetapi juga hadir menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat.
Dalam suasana penuh kebanggaan itu, Muhammad Rostang menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Bone ke-696. Ia berharap Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Andi Asman Sulaiman sebagai Bupati Bone dan Andi Akmal Pasluddin sebagai Wakil Bupati Bone terus melaju dalam jalur kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Muhammad Rostang, dunia perumahsakitan bukanlah hal baru. Ia memulai karier sebagai aparatur sipil negara di Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, lalu menorehkan prestasi sebagai salah satu perencana terbaik saat menjabat Kepala Seksi Perencanaan Umum. Kariernya terus berkembang dari Kasi Keuangan hingga Kabid Keuangan di RSUD Tenriawaru, sebelum akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur RSUD Datu Pancaitana.
Satu tahun kepemimpinan BerAmal di Kabupaten Bone membawa perubahan nyata, termasuk di sektor kesehatan. RSUD Datu Pancaitana menjadi salah satu cerminan transformasi tersebut. Rumah sakit tipe C milik pemerintah daerah ini terus melakukan pembenahan sistem, peningkatan fasilitas, serta menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Salah satu indikator keberhasilan itu terlihat dari meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), yang melonjak dari angka 78 menjadi 82,89. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan.
Transformasi itu diperkuat dengan hadirnya berbagai inovasi. PIPP menjadi solusi cepat dalam merespons kebutuhan dan pengaduan pasien, sementara SIMPERS diterapkan untuk meningkatkan kedisiplinan serta kinerja pegawai. Budaya kerja baru pun terbentuk—pelayanan yang tidak hanya sistematis, tetapi juga dilandasi ketulusan.
Kepercayaan masyarakat juga tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan rawat jalan yang mencapai 38.892 pasien sepanjang 2024–2025. Lonjakan ini menjadi bukti bahwa RSUD Datu Pancaitana semakin menjadi pilihan utama masyarakat Bone dan sekitarnya.
Menjawab tantangan tersebut, manajemen rumah sakit terus melakukan penyesuaian. Pembenahan ruang tunggu dilakukan agar lebih nyaman, sementara fasilitas ibadah seperti mushola ditingkatkan untuk mendukung kebutuhan spiritual pasien dan keluarga.
Inovasi terbaru yang mendapat respons positif adalah pembukaan layanan poliklinik pagi dan sore, khususnya untuk Poli Interna dan Poli Anak. Layanan ini memberi fleksibilitas bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu.
“Kalau tidak sempat pagi karena kesibukannya, silakan ambil poli sore,” ujar Muhammad Rostang, menegaskan komitmen pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Momentum HJB ke-696 menjadi refleksi bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kualitas layanan publik. RSUD Datu Pancaitana menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari komitmen, dilanjutkan dengan inovasi, dan dijaga melalui pelayanan yang humanis.
Dengan semangat BerAmal yang diusung Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin, RSUD Datu Pancaitana terus melangkah sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bone—menguatkan harapan, merawat kehidupan, dan melayani dengan hati. (*)



Tinggalkan Balasan