BONE– Gerak cepat Pemerintah Kabupaten Bone kembali terlihat ketika sebuah informasi viral di media sosial menyebutkan adanya seorang warga yang diduga berasal dari Kabupaten Bone terlantar dan kesasar di luar daerah. Mendapat laporan tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman langsung memberikan atensi khusus dan memerintahkan Dinas Sosial Kabupaten Bone untuk segera menindaklanjuti informasi tersebut.

Di bawah kepemimpinan H. Jemmy, S.Sos., M.Si Dinas Sosial Kabupaten Bone bergerak cepat melakukan penelusuran dan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial.

Setelah melakukan verifikasi dan komunikasi dengan pemerintah desa setempat, Kepala Desa Langi, Kecamatan Bontocani, membenarkan bahwa warga yang viral tersebut memang benar merupakan warga Desa Langi, Kabupaten Bone. Warga tersebut diketahui bernama Reski.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Reski saat ini telah dijemput oleh keluarganya dan sementara berada di rumah pamannya di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, ayah kandung Reski pada Minggu pagi, 08 Maret 2026 telah berangkat menuju Kolaka untuk menjemput anaknya. Rencananya, setelah bertemu, Reski akan langsung dibawa kembali ke kampung halamannya di Desa Langi, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone.

Berdasarkan keterangan dari adik kandung Reski, peristiwa tersebut bermula ketika Reski berangkat merantau dengan tujuan bekerja di Morowali, Sulawesi Tengah. Namun setelah tiba di Morowali, ia belum mendapatkan pekerjaan.

Karena belum memperoleh pekerjaan, Reski kemudian memutuskan untuk kembali ke Kolaka dan tinggal sementara di rumah pamannya. Dalam perjalanan menuju Kolaka, Reski mengalami kelelahan dan berhenti untuk beristirahat di suatu tempat.

Saat beristirahat, ia tertidur cukup lama. Ketika terbangun, ia mendapati barang-barang bawaannya telah hilang, termasuk kunci motornya. Dalam kondisi kebingungan, Reski kemudian dibantu oleh warga sekitar yang mengantarkannya ke kantor polisi terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Informasi mengenai keberadaan Reski kemudian menyebar di media sosial hingga akhirnya sampai kepada Pemerintah Kabupaten Bone.

Langkah cepat Bupati Bone dan Dinas Sosial ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya, di mana setiap informasi yang menyangkut keselamatan masyarakat langsung mendapat perhatian serius.

Melalui koordinasi yang cepat antara pemerintah daerah, aparat desa, dan keluarga, keberadaan Reski dapat segera diketahui dan ditangani sehingga ia dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi keluarga serta kewaspadaan selama berada di perjalanan, terutama bagi warga yang merantau mencari pekerjaan di luar daerah. (*)