BONE–Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Forum Pendamping Pemerhati Anak Indonesia (FP2AI) Kabupaten Bone kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian anak melalui program Pendidikan Keterampilan (Life Skill), Rabu, 24 Desember 2025.

Bertempat di Kabupaten Bone, kegiatan ini menghadirkan pelatihan keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masa kini, yakni pelatihan barista serta pemanfaatan limbah dan pengolahan sampah. Program tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs. Nursalam, M.Pd.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bone Andi Tenriawaru, SPt, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone Andi Heriadi, serta jajaran pengelola PKBM dan mitra pendukung.

Kepala PKBM FP2AI Bone, Mastiawati, SH, menjelaskan bahwa pelatihan keterampilan ini melibatkan pihak ketiga sebagai mitra pendamping, salah satunya Cafe Athimah dalam pelatihan barista.

“Pelatihan barista ini kami laksanakan selama tiga hari dan membina lima anak. Mereka dibekali mulai dari pengenalan kopi, pemilahan biji kopi, hingga praktik meracik dan menyajikan kopi,” ujar Mastiawati.

Selain pelatihan barista, PKBM FP2AI Bone juga fokus pada pemanfaatan limbah dan pengolahan sampah yang selama ini telah dikembangkan melalui program Bank Sampah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bank Sampah Pusat sebagai bentuk kerja sama dalam produksi pupuk kompos. Tidak hanya itu, peserta juga dibekali keterampilan mengolah sampah plastik menjadi bunga hias bernilai ekonomis,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs. Nursalam, M.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan kecakapan hidup sebagai bekal kemandirian masyarakat.

“Pendidikan keterampilan dan kecakapan hidup ini bertujuan membangun jiwa bisnis. Kita berharap peserta memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha, membangun jaringan dan kelompok, khususnya di bidang pengolahan sampah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bone menganggarkan program Life Skill untuk 16 PKBM dengan ragam pelatihan yang berbeda-beda, mulai dari pengolahan virgin oil, keterampilan menjahit, hingga pengelolaan sampah.

“Kalau ini dikelola secara komunitas, selain bernilai ekonomi juga membantu pemerintah dalam kebersihan lingkungan. Sampah bisa didaur ulang, dijadikan pupuk, bahkan dipilah menjadi energi baru,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Bidang PAUD, PNF, dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd. Ia menilai PKBM FP2AI Bone telah menjalankan peran strategis, tidak hanya sebagai pusat belajar, tetapi juga sebagai ruang pengembangan keterampilan hidup.

“PKBM FP2AI Bone patut diapresiasi karena mampu menghadirkan program pendidikan keterampilan yang nyata dan berdampak langsung bagi peserta,” ungkapnya.

Melalui pelatihan life skill ini, PKBM FP2AI Bone berharap dapat mencetak generasi yang mandiri, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan di tengah masyarakat. (*)