BONE–Lapangan Sepak Takraw Merdeka Watampone bergemuruh. Riuh sorak penonton menggema ketika satu per satu bola melayang tinggi, disambut akrobatik oleh kaki-kaki terlatih anak-anak SMP. Sorotan mata tertuju pada partai final Kejuaraan Sepak Takraw Antar Pelajar tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Bone, yang menjadi penutup meriah MKKS SMP Cup 1 2025 ajang perdana persembahan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bone dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Sebanyak 48 sekolah ambil bagian, menjadikan kejuaraan ini pesta olahraga pelajar terbesar untuk cabang sepak takraw di Kabupaten Bone. Puncaknya mempertemukan dua tim tangguh: SMPN 3 Cenrana dari Desa Pallime yang akrab dijuluki “Desa Kepiting” melawan SMPN 3 Palakka, dalam laga tiga set yang menegangkan.
Babak pertama dimenangkan SMPN 3 Palakka. Namun, semangat baja anak-anak Cenrana membuat mereka bangkit di babak kedua. Ketegangan mencapai puncaknya di set ketiga. Angka nyaris imbang, 13-14, sebelum akhirnya takdir berpihak pada Desa Kepiting. Dengan serangan terakhir yang memukau, SMPN 3 Cenrana memastikan diri sebagai juara MKKS SMP Cup 1.
“Luar biasa. Ini bukan hanya soal menang-kalah, tapi tentang bagaimana semangat, kedisiplinan, dan kerja sama bisa membawa prestasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs. A. Fajaruddin, MM yang hadir langsung menutup kegiatan bersama Ketua KONI Bone terpilih, Drs. Asiswa Karim, serta Sekretaris Umum KONI Bone, Mukhlis, S.Pd., M.Pd.
Kejuaraan yang digelar sejak 21 April ini dipimpin wasit resmi dari Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Bone, dan berjalan dengan sportif. Selain SMPN 3 Cenrana sebagai juara I, posisi kedua diraih SMPN 3 Palakka, disusul MTs Mare di peringkat III, dan SMPN 2 Watampone di posisi IV.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs. A. Fajaruddin, MM, secara resmi menutup kejuaraan Sepak Takraw antar pelajar yang digelar atas kerja sama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tingginya antusiasme penonton dan kualitas para finalis.
“Yang masuk final dari segi skill beda-beda tipis, hanya faktor kemujuran saja yang membedakan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tingginya minat masyarakat menyaksikan pertandingan menjadi cerminan besar animo terhadap cabang olahraga Sepak Takraw di Bone.
Fajaruddin menilai kejuaraan ini sangat strategis sebagai wadah pengembangan bakat dan prestasi generasi muda. “Turnamen ini menjadi media untuk anak-anak kita menyalurkan bakat sekaligus menanamkan semangat berkompetisi. Terima kasih kepada MKKS dan KONI atas kerja sama yang baik,” ujarnya.
Ia berharap turnamen seperti ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Terlebih, Ketua KONI Kabupaten Bone telah merencanakan pembinaan berjenjang dari tingkat pelajar sebagai bagian dari program jangka panjang. “Jika ini dilakukan secara konsisten, saya yakin kita tidak akan kekurangan atlet Sepak Takraw yang berbakat dan berprestasi,” ujarnya.
Fajaruddin menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan sebagai kunci meraih prestasi. “Turnamen ini jadikan momen untuk memicu semangat latihan. Bagi yang juara, terus tingkatkan. Yang belum juara, jangan patah semangat. Semua masih punya peluang besar di masa depan,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan