BONE–Di tengah rutinitas pelayanan kepada masyarakat yang tak pernah berhenti, Kepala KUA Ulaweng, H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd, menyisihkan waktu untuk sebuah momen yang begitu personal, hangat, dan penuh makna. Pada peringatan Hari Guru, ia memberikan sebuah bucket bunga kepada istrinya sebagai bentuk penghargaan tulus atas pengabdian sang pendidik dalam mencerdaskan generasi di UPT SDN 22 Jeppe’E.

Bagi Muhammad Saleh, bucket bunga itu bukan sekadar hadiah. Ia merupakan simbol penghormatan atas kerja keras, ketulusan, dan dedikasi istrinya yang setiap hari menyalakan cahaya ilmu di kelas. Dengan mata berbinar dan penuh rasa bangga, ia menyerahkan hadiah itu sebagai ungkapan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam.

Dalam momen sederhana namun sarat emosi tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Guru dengan kata-kata hangat yang lahir dari ketulusan hati. Ia menegaskan bahwa peran istrinya sebagai guru tidak hanya membanggakan murid-muridnya, tetapi juga menginspirasi keluarga kecil mereka.

“Guru adalah pelita yang tak pernah padam menerangi jalan banyak orang. Dan istriku adalah salah satu pelita itu yang sinarnya tak hanya dirasakan para murid, tetapi juga oleh kami di rumah,” ucapnya penuh haru.

Sebagai suami sekaligus pemimpin di KUA Ulaweng, Muhammad Saleh merasa bersyukur memiliki pendamping hidup yang tidak hanya bijaksana dalam keluarga, tetapi juga berdedikasi tinggi di dunia pendidikan. Ia berharap, kado sederhana itu dapat menjadi penyemangat bagi sang istri untuk terus menebar manfaat dan mengukir karya.

Di akhir ungkapannya, ia menyampaikan doa penuh cinta agar istrinya selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah mencerdaskan generasi. “Setiap langkah seorang guru adalah amal jariyah yang tak ternilai,” tutupnya dengan penuh syukur.

Momen kecil yang sederhana ini menjadi pengingat bahwa apresiasi terhadap guru bisa datang dari mana saja termasuk dari orang yang setiap hari melihat perjuangan mereka paling dekat. (*)