BONE– Salah satu kios di Jalan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, tampak lebih ramai dari biasanya. Warga datang silih berganti untuk membeli. Di tengah aktivitas tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM meluangkan waktu untuk singgah sekaligus memantau pelaksanaan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di kios tersebut.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone itu menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang ramah di kantong, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.
Program SPHP sendiri hadir sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga beras di tengah dinamika pasar. Melalui program ini, BULOG menyalurkan beras kualitas medium dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan agar gejolak harga dapat dikendalikan.
“Program ini bertujuan memastikan masyarakat tetap bisa mengakses pangan murah. Kita ingin harga tetap stabil, stok tersedia, dan inflasi bisa ditekan,” ujar Bupati.
Lebih dari sekadar distribusi beras, SPHP menjadi bagian dari upaya lebih luas pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Beras SPHP dipasarkan melalui jaringan pasar tradisional hingga ritel modern, sehingga jangkauannya semakin luas dan mudah diakses masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone juga menekankan pentingnya pembentukan Kios Pangan Tripika di tingkat kelurahan dan desa. Menurutnya, kios pangan ini nantinya menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
“Kita dorong pembentukan kios pangan di setiap kelurahan dan desa. Yang bertanggung jawab di sini adalah lurah, kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas,” tegasnya.
Kios pangan tersebut dirancang untuk menyediakan kebutuhan pokok penting, seperti beras kemasan 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, hingga terigu sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah yang disiapkan oleh BULOG.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat karena kebutuhan dasar tersedia di wilayah masing-masing. Kehadiran kios pangan dinilai mampu memperpendek rantai distribusi sekaligus meminimalkan potensi kelangkaan barang.
Bagi warga, program SPHP bukan sekadar kebijakan pemerintah, melainkan solusi nyata di tengah tantangan ekonomi. Harga beras yang lebih terkendali memberi ruang bernapas bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BULOG, serta perangkat desa dan kelurahan, Kabupaten Bone terus memperkuat langkah menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dari kios-kios kecil di sudut kota hingga desa-desa, upaya menjaga stabilitas pangan kini hadir lebih dekat dengan masyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan