BONE– Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pada Selasa, 17 Februari 2026, orang nomor satu di Kabupaten Bone itu turun langsung memantau harga kebutuhan pokok sekaligus meninjau kondisi Pasar Tradisional Modern Bajoe.
Kehadiran Bupati bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah aktivitas jual beli yang mulai ramai, ia menyisir setiap sudut pasar untuk melihat langsung stabilitas harga serta kondisi fasilitas yang tersedia bagi pedagang dan pembeli.
Namun di balik denyut ekonomi yang berjalan, Bupati mengaku prihatin dengan kondisi pasar yang dinilai masih jauh dari harapan. Sampah terlihat berserakan, area perdagangan tampak semrawut, dan sebagian pedagang memilih berjualan di bahu jalan dibanding memanfaatkan fasilitas pasar yang telah dibangun beberapa tahun lalu.
“Sangat disayangkan fasilitas yang sudah dibangun dengan baik tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Bone langsung mengambil sikap. Ia memerintahkan jajaran terkait untuk segera menyusun langkah pembenahan dengan mengalokasikan anggaran renovasi pasar. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki fasilitas dasar dan menciptakan lingkungan yang bersih serta tertata.
Perbaikan fasilitas pasar menjadi prioritas sebelum dilakukan pemindahan para pedagang ke dalam area pasar. Hal ini dilakukan agar pedagang merasa nyaman dan bersedia memanfaatkan tempat yang telah disediakan.
Ia menegaskan, proses pembenahan tidak boleh setengah-setengah. Dimulai dari pembersihan sampah yang selama ini menyebabkan kesan kumuh, penataan area jualan, hingga pembenahan sarana pendukung lainnya.
Bupati juga meminta agar penataan pasar dilakukan secara kolaboratif. Ia menginginkan adanya sinergi lintas sektor, termasuk melibatkan unsur TNI dan Polri, agar proses pembenahan berjalan tertib dan efektif.
Langkah ini dinilai penting agar Pasar Tradisional Modern Bajoe bisa kembali menjadi pusat ekonomi yang nyaman, aman, dan layak dikunjungi masyarakat.
Bagi Bupati Bone, pembenahan pasar bukan sekadar soal kebersihan atau penataan fisik. Lebih dari itu, pasar yang tertib dan nyaman diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap masyarakat tidak hanya memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga merasakan kenyamanan saat berbelanja. Di sisi lain, para pedagang juga diharapkan mendapatkan tempat usaha yang lebih layak sehingga kesejahteraan mereka ikut meningkat.
Sebagai tindak lanjut, Bupati menekankan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk segera menggelar rapat teknis. Rapat tersebut akan membahas langkah konkret, strategi penataan, serta tahapan pembenahan pasar agar proses perubahan bisa berjalan cepat dan terukur.
Optimisme pun disampaikan Bupati. Ia meyakini pembenahan Pasar Tradisional Modern Bajoe bukan hal yang mustahil bila seluruh pihak bergerak bersama.
“Pasar harus menjadi tempat yang nyaman bagi pedagang dan pembeli. Kalau kita bekerja bersama, pasar ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Bone,” tegasnya.
Dengan komitmen itu, harapan besar pun muncul—bahwa Pasar Bajoe ke depan tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga simbol wajah baru pasar tradisional yang modern, bersih, dan manusiawi di Kabupaten Bone. (*)



Tinggalkan Balasan