BONE–Suasana berbeda terlihat di halaman SMP/SMA Ibnu Qayyim pada Sabtu pagi, 04 Mei 2025. hari yang masih diselimuti embun. Saat jarum jam baru menunjukkan pukul 06.00 WITA, para guru telah berkumpul. Bukan untuk mengajar, tetapi untuk saling berbagi, merefleksi, dan menguatkan kembali semangat dalam mendidik generasi. Semua terjadi dalam forum santai bertajuk “NGOPI – Ngobrol Pendidikan Berbagai Inspirasi.”
Di antara aroma kopi yang mengepul dan senyum yang menghangatkan pagi, para guru duduk bersama tokoh-tokoh penting pendidikan di Bone: Dewan Pendidikan Kabupaten Bone, Ketua Yayasan Ibnu Qayyim, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bone, hingga Departemen Pendidikan DPD WI Bone. Suasana yang akrab dan hangat menjadi ruang berbagi yang penuh makna.
Tak hanya berbagi cerita, forum ini juga menjadi tempat mencurahkan aspirasi. Para guru, dengan jujur dan tulus, menyampaikan harapan, tantangan, bahkan keresahan mereka dalam dunia pendidikan hari ini. Godaan materialisme, tantangan karakter siswa, hingga tekanan administratif menjadi refleksi bersama untuk terus menguatkan niat dan tujuan sejati: mendidik untuk peradaban, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Salah satu pesan mendalam datang dari Dr. H. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd, Kasi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone Provinsi Sulsel. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa tugas guru semestinya dijalankan bukan semata-mata karena angka dalam slip gaji, tetapi karena panggilan nilai—nilai luhur pendidikan. “Ajarlah bukan karena gaji, tapi karena nilai. Maka dari situ akan datang nilai-nilai lain, terutama keberkahan ilmu,” ucapnya mantap.
Kegiatan NGOPI ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ia adalah ruang penyadaran, penguatan ruh keikhlasan, dan komitmen untuk terus menyalakan obor pendidikan di tengah zaman yang kian menantang. Dalam suasana sederhana namun sarat makna, para pendidik sepakat: guru bukan hanya profesi, tetapi peran strategis dalam mencetak generasi unggul yang bermartabat.
Forum NGOPI ini seolah menjadi alarm kesadaran: bahwa perubahan besar dalam pendidikan sering kali bermula dari obrolan kecil namun tulus—seperti secangkir kopi di pagi buta, yang menghangatkan dan membangkitkan semangat untuk terus melangkah. (*)



Tinggalkan Balasan