BONE– Udara yang masih segar, aktivitas warga yang mulai menggeliat, dan langkah santai Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bersama Ketua Tim Penggerak PKK Bone Hj. Maryam Andi Asman menjadi warna tersendiri di awal pekan, Senin, 16 Februari 2026. Jalan pagi dari Lapangan Merdeka bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum menyapa masyarakat sekaligus melihat denyut kehidupan kota secara langsung.
Langkah keduanya menyusuri sejumlah ruas jalan hingga masuk ke lorong-lorong Kelurahan Bunga dan Gizi (Bugiz). Di sana, Bupati melihat langsung aktivitas warga yang mulai beranjak, anak-anak berangkat sekolah, serta pelaku usaha kecil yang mulai membuka lapak mereka. Suasana sederhana itu menjadi gambaran nyata bagaimana ekonomi rakyat bergerak dari hal-hal kecil setiap pagi.
Perjalanan berlanjut hingga ke Jalan A. Malla, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang. Di tengah suasana pagi yang mulai ramai, langkah Bupati mendadak terhenti. Sebuah warung nasi kuning bernama Tiga Putri tampak masih sepi pembeli. Tanpa ragu, Bupati mengajak seluruh rombongan untuk singgah dan menikmati hidangan yang disajikan.
Keputusan spontan itu membawa suasana hangat bagi pemilik warung. Kursi-kursi yang sebelumnya kosong mendadak terisi, aroma nasi kuning berpadu dengan canda ringan dan percakapan sederhana antara pemimpin daerah dengan warga. Bupati memandang hal kecil seperti ini sebagai bentuk dukungan nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, menghidupkan UMKM tidak selalu harus melalui program besar. Kehadiran dan perhatian langsung dari pemerintah juga menjadi energi tersendiri bagi para pedagang. “Kadang yang dibutuhkan pelaku usaha kecil hanya sedikit dorongan agar tetap semangat,” ujar Bupati di sela kegiatan tersebut.
Warung nasi kuning Tiga Putri pun menjadi simbol sederhana tentang bagaimana roda ekonomi lokal bisa bergerak dari perhatian kecil. Kehadiran rombongan pemerintah di pagi itu membawa harapan, bahwa usaha kecil tetap mendapat tempat dan dukungan di tengah dinamika kota.
Di balik langkah santai pagi hari, tersimpan pesan kuat tentang kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Kota Watampone pagi itu tidak hanya ramai oleh aktivitas, tetapi juga oleh semangat kebersamaan ketika pemimpin hadir bukan sekadar melihat, melainkan ikut merasakan denyut kehidupan masyarakatnya. (*)



Tinggalkan Balasan