BONE– Para siswa SMAN 15 Bone berkumpul bukan hanya untuk mengikuti pelajaran rutin, tetapi untuk menyambut program spesial bertajuk The Most KUA (Move For Sakinah Maslahat) Joyful Ramadhan Mubarak pada Kamis, 26 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ulaweng, H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd, sebagai bagian dari transformasi layanan yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia.

Program The Most KUA sendiri merupakan gerakan nasional yang diluncurkan pada Februari 2026. Ia menjadi tonggak perubahan peran KUA—dari yang selama ini dikenal sebatas tempat pencatatan nikah, menjadi pusat edukasi, pembinaan, dan penguatan keluarga yang aktif hadir di tengah masyarakat.

Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini, KUA Ulaweng menerjemahkan semangat tersebut melalui tiga pilar kegiatan: Brus, Brun, dan Bina Keluarga Muslim.

Melalui program BRUS, para siswa mendapatkan pembinaan karakter dan pemahaman tentang pentingnya menjaga pergaulan, merencanakan masa depan, serta menanamkan nilai-nilai sakinah sejak dini. Materi ini dikemas dengan pendekatan dialogis dan penuh semangat Ramadan, sehingga terasa lebih dekat dengan dunia remaja.

Tidak kalah penting, BRUN menyasar remaja yang telah memasuki usia pernikahan. Di sini, KUA memberikan pemahaman tentang kesiapan mental, spiritual, dan sosial sebelum membangun rumah tangga. Edukasi ini menjadi langkah preventif untuk menekan angka pernikahan dini yang tidak terencana dan potensi konflik keluarga di masa depan.

Program ini memperluas cakupan pembinaan, tidak hanya untuk remaja, tetapi juga untuk penguatan ketahanan keluarga secara umum. Materi yang disampaikan berfokus pada komunikasi harmonis, manajemen konflik, hingga penguatan nilai keagamaan dalam rumah tangga.

H. Muhammad Saleh menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk menghadirkan layanan yang lebih humanis dan menyentuh langsung kebutuhan umat. “KUA tidak hanya hadir saat akad nikah, tetapi juga sebelum dan sesudahnya dalam proses pembinaan dan penguatan keluarga,” ujarnya.

Kehadiran KUA di lingkungan sekolah menjadi simbol nyata bahwa transformasi layanan bukan sekadar slogan. Melalui The Most KUA, KUA Ulaweng ingin membangun generasi yang siap menikah dengan perencanaan matang, membentuk keluarga sakinah, dan membawa maslahat bagi masyarakat.

Di tengah semarak Ramadan, langkah kecil dari Ulaweng ini menjadi bagian dari gerakan besar perubahan wajah pelayanan keagamaan di Indonesia lebih proaktif, edukatif, dan membumi. (*)