BONE — Momentum Hari Valentine, Sabtu, 14 Februari 2026, di Kabupaten Bone terasa berbeda. Jika biasanya perayaan identik dengan bunga dan cokelat, kali ini cinta diterjemahkan dalam simbol yang lebih hidup: burung merpati.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, menginisiasi gerakan membangun rasa cinta terhadap burung merpati. Para camat dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta membawa burung merpati untuk kemudian dipelihara dan ditempatkan di Taman Bunga Arung Palakka, kawasan yang menyatu dengan Lapangan Merdeka sebagai ruang publik kebanggaan masyarakat Bone.

“Inisiasi ini tak lepas dari keinginan kita menjadikan pusat Lapangan Merdeka dan Taman Bunga Arung Palakka sebagai ruang yang hidup, indah, dan menjadi sarana hiburan masyarakat,” ujar Bupati.

Merpati dipilih bukan tanpa makna. Burung ini dikenal sebagai simbol kesetiaan. “Ada yang bilang, merpati tidak pernah mengkhianati pasangannya. Itu filosofi yang baik. Kita ingin menghadirkan simbol cinta dan kesetiaan di ruang publik kita,” tuturnya.

Burung-burung tersebut akan dipelihara dan dikarantina dengan baik. Bupati pun mengingatkan agar seluruh pihak menjaga keberadaannya. “Saya minta dijaga, jangan dijadikan sasaran atau bidikan. Saya pastikan nanti akan banyak di Lapangan Merdeka,” tegasnya.

Ke depan, keberadaan merpati di taman kota itu diharapkan menjadi daya tarik tersendiri—bukan sekadar ornamen, tetapi bagian dari ekosistem ruang terbuka yang memberi hiburan dan ketenangan bagi warga yang datang berolahraga, bersantai, maupun berkumpul bersama keluarga.

Tak hanya itu, suasana Valentine juga diwarnai momen penuh kehangatan. Bupati memberikan kesempatan kepada seluruh jajaran—mulai dari staf, kepala seksi, kepala bidang, sekretaris camat hingga kepala OPD—untuk mengungkapkan kata-kata romantis kepada pasangan masing-masing. Satu per satu mereka tampil, memperlihatkan sisi personal yang jarang tersorot dalam rutinitas birokrasi.

Di akhir kegiatan, Bupati juga mengajak seluruh jajaran memanfaatkan hari libur untuk mempererat silaturahmi keluarga menjelang Bulan Suci Ramadan. “Silakan manfaatkan waktu libur untuk bersama keluarga. Itu juga bagian dari menjaga cinta dan keharmonisan,” pesannya.

Valentine di Bone tahun ini bukan sekadar perayaan simbolik. Ia menjadi pengingat bahwa cinta tak hanya tentang pasangan, tetapi juga tentang kesetiaan, kepedulian pada lingkungan, dan kebersamaan dalam membangun ruang publik yang lebih humanis. (*)