BONE– Di tengah semangat pembangunan yang terus digelorakan, Pemerintah Kabupaten Bone kembali menapaki satu langkah penting dalam upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, apresiasi dan rasa terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Provinsi atas bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang kini mulai dirasakan manfaatnya.
Bantuan tersebut bukan sekadar simbolis. Ia hadir sebagai jawaban atas kebutuhan riil masyarakat setelah Kabupaten Bone sukses meraih 10 besar terbaik dalam pengelolaan sampah di tingkat Nasional. Diserahkan bertepatan dengan momentum Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 pada 6 April 2026, kini seluruh unit bantuan telah tiba dan siap digunakan, tepatnya pada Sabtu, 11 April 2026.
Dua unit motor sampah tampak menjadi wajah awal dari bantuan tersebut—sederhana namun memiliki dampak besar. Di balik itu, terdapat pula 100 unit tempat sampah terpilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun budaya memilah sampah sejak dari sumbernya. Tak hanya itu, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) serta dua unit mesin pencacah sampah turut melengkapi sistem pengelolaan yang lebih modern dan terintegrasi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, bantuan ini bukan hanya tentang fasilitas, melainkan tentang perubahan paradigma. Dari yang sebelumnya berorientasi pada pembuangan, kini bergeser menuju pengelolaan berbasis lingkungan dan partisipasi masyarakat.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kebersihan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah,” ungkap Bupati.
Lebih jauh, ia berharap seluruh perangkat daerah terkait dapat memanfaatkan bantuan ini secara optimal. Harapan itu sederhana namun penuh makna: berkurangnya volume sampah, meningkatnya kualitas lingkungan, dan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan.
Di balik deretan bantuan tersebut, tersimpan harapan besar—bahwa Bone tidak hanya tumbuh sebagai daerah yang berkembang, tetapi juga sebagai wilayah yang mampu menjaga harmoni antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Langkah ini mungkin terlihat kecil, namun dari sinilah perubahan besar dimulai. Dari dua motor sampah, dari seratus tempat sampah terpilah, hingga dari kesadaran masyarakat yang perlahan tumbuh Bone sedang menulis cerita baru tentang masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)



Tinggalkan Balasan