BONE– Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah ibadah tampak nyata di Masjid Nurul Hidayah, Desa Tadang Palie, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Senin, 16 Februari 2026. Di bawah kepemimpinan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ulaweng, H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd, kegiatan Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (GEBER BBM) 2026 berlangsung penuh semangat dan kekompakan.

Program yang melibatkan sebanyak 21 masjid di Kecamatan Ulaweng ini dilaksanakan secara serentak sebagai wujud kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah. Masjid Nurul Hidayah menjadi salah satu titik pelaksanaan yang memperlihatkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat setempat.

Sejak pagi hari, suasana kebersamaan sudah terasa. Warga, jamaah, serta berbagai unsur masyarakat bahu-membahu membersihkan area masjid — mulai dari halaman, ruang utama salat, hingga fasilitas pendukung lainnya. Aktivitas sederhana itu menghadirkan pesan kuat bahwa kebersihan rumah ibadah adalah tanggung jawab bersama.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPR Komisi IV, Andi Purnamasari, Ketua Fraksi Partai Gerindra, serta Kepala dan jajaran KUA Ulaweng. Hadir pula aparat Desa Tadang Palie dan para anggota Majelis Taklim/BKMT Desa Tadang Palie yang menambah semarak suasana.

Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan jamaah dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan masjid. Bagi masyarakat, kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan momentum mempererat ukhuwah dan memperkuat nilai kebersamaan.

Melalui gerakan ini, diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah yang bersih dan nyaman, tetapi juga tumbuh sebagai pusat pemberdayaan umat dan aktivitas sosial keagamaan. Semangat gotong royong yang terlihat sepanjang kegiatan menjadi simbol kepedulian bersama dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan lingkungan yang lebih sehat, rapi, dan penuh keberkahan.

Di tengah aktivitas bersih-bersih tersebut, tersimpan harapan besar: ketika rumah ibadah dirawat bersama, maka persaudaraan pun akan semakin kuat, dan nilai-nilai kebersamaan akan terus hidup di tengah masyarakat. (*)