BONE– Di tengah aktivitas warga yang sederhana, kebahagiaan itu hadir dalam bentuk yang mungkin terlihat biasa 100 sak semen. Namun bagi masyarakat setempat, bantuan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar: harapan untuk rumah ibadah yang lebih layak dan nyaman.

Bantuan itu datang dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman. Sebuah perhatian yang langsung menyentuh kebutuhan warga, khususnya dalam perbaikan masjid desa yang selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan dan kebersamaan.

Kabar kedatangan bantuan tersebut pun disambut penuh rasa syukur oleh warga pada Sabtu, 04 April 2026. Ungkapan terima kasih mengalir tulus, bahkan dengan bahasa sederhana yang mencerminkan kedekatan emosional antara masyarakat dan pemimpinnya.

“Tabe puang, 100 sak semen masjid Jami Nurul Huda Desa Watu Cenrana sudah dikirimkan puang. Alhamdulillah sampai mi semennya puang, terima kasih. Jazaakallah Khoiran Katsir. Sukses selalu buat Bapak Bupati Bone dan seluruh jajarannya. Mabbarakka.” ungkap Syahruddin Imam Desa.

Kalimat itu bukan sekadar ucapan, tetapi doa yang dipanjatkan dari hati masyarakat. Dalam budaya Bugis, sapaan “puang” bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga simbol kedekatan dan kepercayaan.

Bagi warga Desa Watu, masjid bukan hanya tempat ibadah. Ia adalah pusat kehidupan sosial tempat anak-anak belajar mengaji, tempat musyawarah digelar, hingga tempat mempererat silaturahmi. Perbaikan masjid berarti memperbaiki denyut kehidupan desa itu sendiri.

Bantuan 100 sak semen ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada program besar semata, tetapi juga hadir dalam kebutuhan riil masyarakat di pelosok desa.

Di balik tumpukan sak semen itu, tersimpan semangat gotong royong yang kembali menyala. Warga kini bersiap melanjutkan perbaikan masjid mereka, dengan keyakinan bahwa kepedulian pemimpin akan selalu berjalan seiring dengan partisipasi masyarakat.

Dan dari Desa Watu, doa-doa itu terus mengalir—mengiringi langkah sang pemimpin agar senantiasa diberi kekuatan dalam mengemban amanah.

Sebab bagi mereka, bantuan ini bukan hanya tentang semen. Ini tentang kepedulian, tentang hadirnya pemimpin di hati rakyatnya. (*)