BONE– Liburan pasca Lebaran selalu punya cerita tersendiri. Setelah hari-hari penuh silaturahmi dan tradisi, masyarakat memanfaatkan sisa waktu libur untuk kembali merajut kebersamaan—kali ini di ruang terbuka, di bawah langit cerah, dan di antara gemericik air wisata alam.
Di Kabupaten Bone, dua destinasi favorit seperti Permandian Pallette dan Permandian Situju-Tujue tampak dipadati pengunjung, Selasa (24/3/2026). Tawa anak-anak, obrolan keluarga, hingga deru kendaraan yang datang silih berganti menjadi gambaran khas libur Lebaran.
Namun di balik suasana hangat itu, ada peran penting yang tak selalu terlihat, tetapi sangat terasa—kehadiran aparat kepolisian.
Melalui Operasi Ketupat 2026, Satlantas Polres Bone turun langsung melakukan patroli dan pengamanan di kawasan wisata. Tak sekadar berjaga, personel juga aktif memberikan imbauan kepada para pengunjung agar tetap mengutamakan keselamatan, baik di jalan maupun selama beraktivitas di lokasi wisata.
Kasat Lantas Polres Bone, Musmulyadi, menegaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif agar masyarakat bisa menikmati liburan tanpa kekhawatiran.
“Kami melakukan patroli dan pengamanan di tempat wisata dan memberikan himbauan kepada pengunjung agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pengunjung, arus kendaraan di sekitar lokasi wisata juga menjadi perhatian serius. Personel tampak sigap mengatur parkir dan mengurai kepadatan kendaraan yang keluar masuk kawasan, memastikan semuanya berjalan tertib dan lancar.
Bagi kepolisian, Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, ini adalah operasi kemanusiaan.
“Operasi Ketupat ini tidak hanya fokus pada arus mudik dan balik, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, termasuk saat berwisata bersama keluarga,” lanjut Musmulyadi.
Kehadiran polisi di titik-titik strategis menjadi simbol komitmen pelayanan kepada masyarakat. Di tengah keramaian, rasa aman menjadi hal yang paling dicari—dan itulah yang berusaha dihadirkan.
Renaldi (23), salah satu pengunjung, merasakan langsung dampak dari pengamanan tersebut. Ia mengaku lebih nyaman menikmati waktu bersama keluarganya.
“Menurut saya lebih nyaman berkunjung ke sini. Pengaturannya rapi, dan ada petugas yang berjaga, jadi kami merasa lebih aman dan bisa menikmati liburan dengan tenang,” tuturnya.
Di momen seperti ini, liburan bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang rasa—rasa aman, rasa nyaman, dan rasa kebersamaan. Dan di Bone, semua itu hadir beriringan, dijaga oleh mereka yang tetap siaga saat yang lain menikmati liburannya. (*)



Tinggalkan Balasan