BONE– Kegiatan pemaparan pra aktualisasi magang Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan penempatan di Lapas Kelas IIA Watampone dilaksanakan di ruang sekretariat Lapas Watampone, Kamis (09/04).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal dalam program pemagangan yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta sebelum melaksanakan aktualisasi di lingkungan kerja. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi yang akan dihasilkan oleh peserta selama masa magang.

Pemaparan dilakukan di hadapan para mentor yang memiliki peran dalam memberikan arahan, masukan, serta evaluasi terhadap rencana aktualisasi yang telah disusun oleh peserta. Hal ini sejalan dengan ketentuan bahwa setiap peserta wajib menyusun dan mempresentasikan gagasan inovasi sebagai bagian dari program pemagangan.

Dalam sesi pemaparan, peserta menyampaikan rencana kegiatan secara sistematis, mulai dari latar belakang, tujuan, hingga langkah-langkah pelaksanaan. Rencana tersebut diarahkan agar memiliki keterkaitan langsung dengan tugas dan fungsi satuan kerja, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan.

Selain itu, peserta juga mulai merancang inovasi yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah, meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, serta dapat diterapkan secara nyata sesuai dengan kondisi di lapangan. Inovasi yang dirancang juga diharapkan bersifat berkelanjutan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Selama kegiatan berlangsung, para mentor memberikan berbagai masukan konstruktif baik dari segi teknis pelaksanaan maupun substansi inovasi. Diskusi berlangsung secara interaktif sebagai bagian dari proses penyempurnaan sebelum inovasi tersebut diimplementasikan dan dipresentasikan pada tahap akhir program.

Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto menyampaikan, “Kegiatan pra aktualisasi ini merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan peserta dalam melaksanakan program magang. Kami berharap seluruh peserta dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi kedisiplinan, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi organisasi.”

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta magang tidak hanya mampu melaksanakan aktualisasi secara optimal, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berdampak nyata, terukur, serta dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan di Lapas Kelas IIA Watampone. (*)