BONE– Sore itu, Senin, 16 Februari 2026, suasana Kota Watampone terlihat seperti biasa. Aktivitas warga perlahan menurun menjelang senja, sementara lalu lintas di sejumlah ruas jalan masih ramai. Di tengah rutinitas tersebut, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, memilih meluangkan waktunya untuk satu hal sederhana namun penting: memantau kebersihan kota.

Menggunakan mobil pribadi, Bupati menyisir sejumlah ruas jalan strategis, mulai dari Jalan Biru, Jalan Sambaloge, Jalan Bhayangkara hingga Jalan Gunung Klabat. Kegiatan ini bukan sekadar inspeksi biasa, melainkan bentuk kepedulian langsung terhadap kondisi lingkungan perkotaan.

Perjalanan itu mendadak berhenti ketika kendaraan yang ditumpanginya melintas di Jalan Gunung Klabat. Di pinggir jalan, terlihat tumpukan sampah cukup besar. Sampah tersebut diketahui berasal dari hasil kerja bakti warga, namun belum sempat diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga menumpuk dan berpotensi mengganggu kebersihan kota.

Tanpa ragu, Bupati Bone langsung menghentikan mobilnya. Keputusan spontan pun diambil mobil yang ditumpanginya dijadikan tempat sementara untuk mengangkut sampah. Bersama ajudan pribadi (ADC), ia turun langsung memungut sampah satu per satu, memastikan tidak ada lagi tumpukan yang tersisa di lokasi tersebut.

Aksi sederhana namun sarat pesan itu menarik perhatian warga sekitar. Bagi Bupati, kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah semata, tetapi tanggung jawab bersama.

Menurutnya, sampah tidak boleh dibiarkan berserakan atau menumpuk di pinggir jalan karena selain mengganggu estetika kota, juga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan yang lebih besar.

“Kita harus menjaga kebersihan bersama. Sampah tidak boleh dibiarkan menumpuk di pinggir jalan karena itu mengganggu estetika kota,” tegasnya, yang selama ini dikenal konsisten menekankan pentingnya budaya hidup bersih.

Setelah seluruh sampah berhasil diangkut, Bupati memastikan sampah tersebut dibawa ke tempat pembuangan akhir. Baginya, tindakan kecil yang dilakukan bersama bisa memberikan dampak besar bagi wajah kota.

Aksi ini menjadi pesan kuat bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan dari balik meja, tetapi juga hadir langsung memberi teladan di lapangan. Di tengah kesibukan pemerintahan, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tetap menjadi perhatian utama.

Watampone pun sore itu tidak hanya menyaksikan seorang kepala daerah melakukan pemantauan, tetapi juga melihat contoh nyata tentang bagaimana menjaga kota dimulai dari tindakan sederhana — bahkan dengan menjadikan mobil pribadi sebagai pengangkut sampah demi lingkungan yang lebih bersih dan nyaman. (*)