BONE– Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Kabupaten Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menjadi momentum refleksi dan rasa syukur bagi masyarakat, khususnya insan pendidikan. Dalam kurun waktu setahun, berbagai program nyata telah dirasakan langsung manfaatnya oleh sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua.
Satu tahun BerAmal untuk pendidikan bukan sekadar slogan. Ia menjelma menjadi komitmen yang terukur dalam membangun Bone yang MABERRE — generasi Bone yang Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan.
Salah satu program yang sangat dirasakan manfaatnya adalah pembagian seragam sekolah gratis bagi peserta didik. Kebijakan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi orang tua, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri siswa saat memasuki lingkungan sekolah. Seragam yang layak menjadi simbol kesetaraan dan semangat baru dalam menuntut ilmu. Di ruang-ruang kelas, anak-anak hadir dengan wajah ceria, tanpa lagi dibayangi kekhawatiran soal biaya perlengkapan sekolah.
Selain itu, hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak. Asupan gizi yang cukup terbukti membantu meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar. Program ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan dan kualitas generasi masa depan Bone. Pendidikan tidak lagi hanya berbicara tentang buku dan papan tulis, tetapi juga tentang pemenuhan hak dasar anak untuk tumbuh sehat dan cerdas.
Perhatian terhadap sarana dan prasarana pendidikan juga tampak melalui pembangunan dan penataan lingkungan sekolah, termasuk pemasangan paving blok di halaman sekolah. Lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman menciptakan suasana belajar yang aman serta mendukung aktivitas peserta didik. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang bertumbuh yang menyenangkan.
Komitmen terhadap pendidikan berwawasan lingkungan diwujudkan melalui penguatan program Sekolah Adiwiyata. Dengan semangat peduli dan berbudaya lingkungan, sekolah-sekolah di Kabupaten Bone didorong menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan secara akademik, tetapi juga menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini. Anak-anak diajak memahami bahwa menjaga bumi adalah bagian dari tanggung jawab moral generasi penerus.
Dukungan juga diberikan melalui bantuan mobiler sekolah, seperti meja, kursi, dan perlengkapan belajar lainnya. Fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam menunjang proses pembelajaran yang efektif dan nyaman bagi guru maupun peserta didik. Di banyak sekolah, ruang kelas kini tampil lebih representatif, mencerminkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Upaya peningkatan akses pendidikan terus diperkuat melalui sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Sosialisasi ini membantu memastikan bahwa bantuan pendidikan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan, sehingga tidak ada lagi anak Bone yang putus sekolah karena kendala biaya.
Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, perhatian terhadap pemberdayaan sekolah juga diwujudkan melalui bantuan bibit lombok sebagai bentuk dukungan terhadap program kewirausahaan dan ketahanan pangan sekolah. Inisiatif ini selaras dengan semangat sekolah produktif dan mandiri, di mana siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik kemandirian dan pengelolaan sumber daya.
Di sisi lain, kebijakan pengangkatan P3K paruh waktu menjadi angin segar bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Langkah ini memberikan kepastian dan penghargaan atas dedikasi mereka dalam mengabdi di dunia pendidikan, sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Bone.
Akbar, S.Pd., M.M., Gr, Kepala SD Inpres 12/79 Macanang, mengungkapkan bahwa satu tahun BerAmal untuk pendidikan di Kabupaten Bone menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sumber daya manusia adalah prioritas utama. Para stakeholder sekolah berharap langkah-langkah baik ini terus berlanjut dan semakin ditingkatkan, demi terwujudnya Bone yang lebih maju, berdaya saing, dan berkarakter.
Satu tahun mungkin waktu yang singkat dalam perjalanan sebuah daerah. Namun bagi pendidikan Bone, satu tahun ini telah menjadi fondasi penting. Fondasi bagi generasi MABERRE yang kelak akan memimpin dan membangun tanah Arung Palakka dengan semangat kemandirian, keadilan, dan keberlanjutan.
Terima kasih Bupatiku. Pendidikan Bone hari ini adalah investasi masa depan daerah yang kita cintai bersama. (*)



Tinggalkan Balasan