
BONE–Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memiliki kekayaan wisata yang tak ternilai, baik dari segi sejarah, budaya, maupun keindahan alam. Namun, banyak dari potensi wisata ini masih belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah daerah. Salah satunya adalah objek wisata di Bukit Cempalagi Desa Mallari, Kecamatan Awangpone, yang hanya berjarak sekitar 30 menit dari Kota Watampone.
Objek wisata ini tak hanya menyajikan pemandangan alam hijau nan asri serta nuansa pantai yang memesona, tetapi juga menyimpan situs sejarah penting yang kaya edukasi. Salah satu situs tersebut adalah Assingkerukeng Raja Bone Arung Palakka, tempat yang diyakini sebagai lokasi bersimpulnya Sang Raja pada akar pohon, dari Goa tersebut, Raja Bone La Tenri Tatta berjanji untuk membebaskan rakyat Bone dari penjajahan. Situs ini menjadi saksi sejarah perjuangan Arung Palakka, termasuk tempat ia berlindung di dalam goa.

Dalam goa yang menjulang hingga 6-7 meter, terdapat tempat bersandar Raja Bone yang hingga kini masih terjaga. Tak jauh dari situs ini, para pengunjung juga dapat menemukan jejak telapak kaki kanan Arung Palakka, dengan telapak kaki kirinya yang diyakini berada di Buton. Dimana dalam lokasi tersebut, Raja Bone meninggalkan bekas kaki kanan kemudian bertolak ke Buton.
Namun, yang menjadi daya tarik utama adalah Goa Mimpi, sebuah goa yang menyuguhkan pengalaman sejarah dan edukasi unik bagi para pengunjung. Goa ini memiliki formasi batuan alami yang menyerupai berbagai bentuk, mulai dari manusia menggendong anak, hewan mamalia, hingga area persawahan. Bahkan, di dalam goa terdapat sebuah formasi batu yang menyerupai mushala lengkap dengan beduk berbahan batu. Semua ini terbentuk secara alami, memberikan kesan magis sekaligus kekaguman akan keindahan alam.

Sayangnya, fasilitas pendukung di Goa Mimpi belum memadai. Penerangan di dalam goa, yang sebelumnya disiapkan pemerintah, kini sudah tidak berfungsi. Jalanan menuju goa sebagian besar sudah dipaving blok, tetapi medan berbatu yang menantang memerlukan ekstra fisik dari para pengunjung. Namun, semua tantangan itu terbayar tuntas saat pengunjung mencapai ujung goa, di mana pemandangan laut terbentang indah.
Goa Mimpi memiliki nilai sejarah yang tak bisa diremehkan. Pada masa kepemimpinan A. Fahsar M. Padjalangi sebagai Bupati Bone, goa ini pernah menjadi tempat upacara bendera dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Zainal, Komisioner KPU Bone yang juga seorang pegiat wisata, mengungkapkan bahwa upacara tersebut melibatkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bone. Bahkan, mantan Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan, pernah bertindak sebagai Inspektur Upacara di dalam goa tersebut.

Zainal, yang dikenal sebagai inisiator pengembangan wisata di Cempalagi Desa Mallari, juga memprakarsai pembangunan Masjid KIS Firdaus bersama komunitas Kita Ini Sahabat (KIS). Masjid tersebut diresmikan oleh Bupati Bone saat itu, menjadi salah satu simbol kolaborasi masyarakat untuk memajukan wisata Desa Mallari.
Menurut Zainal, pengembangan wisata di Desa Mallari sebetulnya tidak sulit jika ada perhatian lebih dari pemerintah. Ia mengusulkan pengembangan melalui paket wisata sejarah yang menghubungkan lokasi ini dengan Tanjung Palette, destinasi wisata populer di Bone. Perahu nelayan dapat diberdayakan sebagai alat transportasi laut, menghubungkan kedua tempat ini.
Selain itu, area dataran di belakang goa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kafe, restoran, atau bahkan water park. Semua ini tentu membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah desa maupun kabupaten.
Sayang, hingga kini upaya pengembangan masih terkendala minimnya penganggaran dan fasilitas pendukung. Padahal, jika potensi ini dimaksimalkan, Desa Mallari bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone.
Sebagai tempat yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam, Desa Mallari hanya membutuhkan sedikit sentuhan untuk menjadi surga wisata baru di Kabupaten Bone. Kini, bola berada di tangan pemerintah dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menghidupkan kembali pesona yang hampir terlupakan ini. (*)



Tinggalkan Balasan