BONE– Amanah itu datang bukan sekadar sebagai jabatan, tetapi sebagai tanggung jawab besar yang lahir dari kepercayaan. Samasuddin, S.H., yang selama ini dikenal sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kelurahan Tokaseng, Kecamatan Tellu Siattinge, kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Ulo.

Penunjukan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan kepemimpinan Desa Ulo pasca wafatnya Kepala Desa sebelumnya, Hj. Faridah, yang meninggal dunia akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Sejak 28 Juni 2025, Samasuddin resmi menjalankan amanah rangkap jabatan, sekaligus melanjutkan roda pemerintahan desa agar tetap berjalan stabil dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.

Bagi Samasuddin, dunia birokrasi bukanlah ruang yang asing. Ia telah menapaki jalur pengabdian sejak tahun 2000, saat pertama kali mengawali karier sebagai tenaga honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bone. Ketekunan dan loyalitasnya selama bertahun-tahun akhirnya berbuah manis, ketika pada tahun 2007 ia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui program database.

Kesibukan bekerja tak membuatnya mengabaikan pentingnya pendidikan. Pada tahun 2008, Samasuddin melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Pengayoman Watampone yang kini dikenal sebagai Universitas Andi Sudirman. Perjuangan akademiknya berakhir dengan sukses pada tahun 2012, saat ia resmi menyandang gelar Sarjana Hukum.

Bekal pendidikan dan pengalaman tersebut mengantarkannya dipercaya sebagai staf di Kelurahan Otting. Dari sinilah perjalanan kariernya terus menanjak, hingga pada tahun 2021 ia mendapat promosi jabatan sebagai Kasi Trantib Kelurahan Tokaseng, posisi yang masih diembannya hingga kini.

Penunjukan sebagai Plt Kepala Desa Ulo menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Dengan latar belakang hukum, pengalaman birokrasi yang panjang, serta kedekatan dengan masyarakat, Samasuddin diharapkan mampu menjaga stabilitas pemerintahan desa sekaligus melanjutkan program pelayanan publik dengan baik.

Di tengah duka yang masih menyelimuti Desa Ulo atas kepergian Hj. Faridah, kehadiran Samasuddin sebagai Plt Kades diharapkan menjadi penguat, penyangga, dan pelayan masyarakat yang bekerja dengan hati. Sebab, baginya, jabatan bukan sekadar posisi, melainkan bentuk pengabdian yang harus dijalani dengan tanggung jawab dan keikhlasan. (*)