BONE– Langkah pasti menuju panggung kehormatan kembali ditorehkan Kabupaten Bone. Di bawah langit pagi yang teduh, Aula La Tea Riduni di Jalan Petta Ponggawae, Watampone, menjadi saksi pelepasan kafilah terbaik daerah menuju ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Dalam suasana khidmat yang sarat nilai religius, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, secara resmi melepas para peserta yang akan berlaga membawa nama daerah. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol harapan dan doa dari seluruh masyarakat Bone agar tradisi prestasi tetap terjaga.
Sejumlah unsur Forkopimda Bone, jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, hingga pejabat lingkup Pemkab Bone turut hadir memberikan dukungan moral. Kebersamaan itu mempertegas bahwa keberangkatan kafilah bukan hanya urusan kompetisi, melainkan representasi kehormatan daerah dalam syiar Al-Qur’an.
Optimisme tinggi disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Muhammad Subhan. Ia menegaskan bahwa target juara umum bukan sekadar ambisi, melainkan kelanjutan dari prestasi yang pernah diraih sebelumnya.
“Tidak ada alasan untuk tidak juara umum. Ini adalah momen untuk meningkatkan prestasi dan mempertahankan capaian yang pernah kita torehkan,” tegasnya penuh keyakinan.
Nada yang sama juga mengalir dalam sambutan Wakil Bupati. Andi Akmal Pasluddin menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pelatih dan pendamping yang telah bekerja di balik layar, mempersiapkan para peserta dengan penuh dedikasi.
Baginya, keikutsertaan Bone dalam MTQ bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari upaya membangun generasi Qur’ani yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kekuatan akidah.
“Ini adalah komitmen bersama dalam mengembangkan syiar Al-Qur’an. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak kuat sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Lebih dari sekadar mengejar gelar, Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa MTQ adalah ruang pembelajaran spiritual dan sosial. Ia menitipkan pesan agar seluruh kafilah menjaga semangat, fokus, dan kepercayaan diri, sekaligus menjunjung tinggi sportivitas selama berlomba.
Di balik gema ayat suci yang akan dilantunkan, tersimpan pula harapan akan terjalinnya ukhuwah antar daerah. MTQ, menurutnya, adalah jembatan silaturahmi yang memperkuat persaudaraan dalam bingkai keislaman.
Sebanyak 39 peserta dari Bone akan bertanding dalam berbagai cabang lomba pada ajang yang akan digelar di Kabupaten Maros mulai 12 hingga 18 April 2026. Dengan pembinaan yang telah ditempa melalui berbagai tahapan, optimisme pun menguat—bahwa Bone tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai penantang serius di panggung bergengsi tingkat provinsi.
Di ujung pelepasan itu, terselip doa yang sama: agar setiap ayat yang dilantunkan bukan hanya mengundang kemenangan, tetapi juga membawa berkah bagi daerah yang mereka wakili Kabupaten Bone. (*)



Tinggalkan Balasan