BONE– Suasana pagi di pusat Kota Watampone tampak lebih hidup, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman memulai aktivitasnya dengan berjalan kaki selepas salat subuh pada Senin, 09 Maret 2026. Di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan selama bulan suci Ramadan, Bupati Bone itu tetap menyempatkan diri menjaga kebugaran jasmani melalui olahraga ringan yang sudah menjadi rutinitasnya.
Bagi Bupati Bone, jalan pagi bukan sekadar olahraga. Momentum tersebut juga dimanfaatkannya untuk memantau kondisi kota secara langsung. Dengan langkah santai berkeliling di pusat Kota Watampone, ia memperhatikan kebersihan lingkungan serta meninjau berbagai fasilitas publik dan infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Kehadirannya di tengah aktivitas pagi hari sering kali menjadi kesempatan untuk berdialog langsung dengan warga. Dari interaksi sederhana itu, berbagai masukan mengenai kondisi lingkungan, pelayanan publik, hingga kebutuhan pembangunan bisa ia dengar secara langsung.
Namun ada pemandangan menarik dalam aktivitas pagi tersebut. Saat melintasi kawasan Taman Arung palaka dan Lapangan Merdeka Watampone Bupati Bone terlihat meluangkan waktu sejenak untuk bercengkrama dengan puluhan burung merpati yang kini menjadi penghuni tetap taman tersebut.
Dengan penuh perhatian, ia menaburkan makanan kepada burung-burung merpati yang beterbangan rendah di sekitar taman. Kehadiran merpati di taman kota itu memang memiliki cerita tersendiri. Burung-burung tersebut sebelumnya dihadirkan pada momentum perayaan Valentine’s Day, ketika para camat dan kepala OPD diminta membawa sepasang merpati untuk ditempatkan di sangkar yang telah disiapkan di taman bunga.
Seiring waktu, merpati-merpati itu tidak lagi sekadar menjadi hiasan taman. Mereka kini menjadikan kawasan tersebut sebagai habitat yang nyaman dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang berkunjung.
Bagi anak-anak yang datang bersama keluarga, keberadaan burung merpati di taman itu menjadi sarana edukasi sederhana tentang kehidupan satwa. Mereka dapat belajar mengenal hewan secara langsung, melihat bagaimana merpati hidup berpasangan, serta berinteraksi dengan alam di ruang terbuka kota.
Bupati Bone sendiri tampak menikmati momen sederhana tersebut. Ia beberapa kali terlihat tersenyum saat merpati-merpati itu mendekat untuk mematuk butiran makanan yang ditebarkan.
Merpati dikenal sebagai salah satu burung yang memiliki sifat kesetiaan tinggi terhadap pasangannya. Karakter itulah yang sering menjadikannya simbol kedamaian dan kesetiaan.
Di tengah aktivitas kepemimpinan yang padat, momen singkat memberi makan merpati di taman kota itu menjadi gambaran sederhana bagaimana seorang pemimpin tetap menjaga kedekatan dengan lingkungan, alam, dan masyarakatnya. (*)



Tinggalkan Balasan