BONE– Perayaan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan nilai, identitas, dan kebersamaan masyarakat Bone. Di tengah semarak kegiatan yang berlangsung di rumah jabatan Bupati Bone, Senin, 06 April 2026, sosok Hakim Lewa hadir membawa pesan kuat tentang harmoni dalam keberagaman.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bone itu tampil mengenakan jas tutup lengkap dengan songko recca busana adat khas Bugis Bone yang sarat makna. Penampilannya bukan hanya simbol penghormatan terhadap tradisi lokal, tetapi juga cerminan identitas yang telah menyatu dengan tanah kelahirannya.
Dalam suasana penuh keakraban, Hakim Lewa tampak menyapa sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Ia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berswafoto bersama para pejabat dari tingkat nasional, provinsi hingga daerah yang turut hadir dalam perayaan HJB.
Bagi pria kelahiran Bone, 5 Februari 1955 ini, kehadirannya dalam HJB bukan sekadar undangan formal. Ada ikatan emosional yang kuat dengan daerah yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama tiga generasi.
“Saya bangga bisa ambil bagian dalam momentum ini. Saya lahir dan besar di Bone, begitu juga orang tua saya. Kami sudah generasi ketiga di sini,” ungkapnya dengan penuh haru.
Di usianya yang ke-71 tahun, Hakim Lewa tidak hanya dikenal sebagai tokoh PSMTI Bone, tetapi juga sebagai pengusaha sukses. Ia merupakan pemilik Toko Senang yang bergerak di bidang bahan bangunan, sebuah usaha yang tumbuh bersama denyut ekonomi masyarakat Bone.
Meski memiliki latar belakang marga Tionghoa, ia menegaskan bahwa identitasnya tak terpisahkan dari tanah Bone. Baginya, Bone adalah rumah yang menghadirkan rasa aman, kebersamaan, dan kesempatan yang luas.
“Kami bersyukur hidup di daerah yang sangat toleran. Bone memberikan ruang yang luas bagi siapa saja untuk berwirausaha dan berkembang,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin. Menurutnya, meski baru berjalan sekitar satu tahun, berbagai perubahan telah dirasakan, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Sebagai pengusaha, kami sangat merasakan dampak dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi tanda bahwa arah pembangunan sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Di akhir perbincangan, Hakim Lewa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Bone. “Seperti tema HJB To Maseddi Patarompoi Wanuana Bone, mari kita bersama-sama membangun Bone agar semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Momentum HJB ke-696 pun menjadi bukti nyata bahwa Bone bukan hanya tentang sejarah panjang kerajaan, tetapi juga tentang masa depan yang dibangun bersama oleh keberagaman yang saling menguatkan. (*)



Tinggalkan Balasan