BONE– Suasana jelang berbuka puasa di depan Markas Kodim 1407/Bone, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Jumat (27/02/2025), terasa berbeda dari biasanya. Deru kendaraan yang melintas di jalan poros itu tak hanya diwarnai hiruk-pikuk sore hari, tetapi juga senyum dan sapaan hangat para prajurit yang berdiri di tepi jalan.

Sore itu, ratusan paket takjil dibagikan kepada warga. Es buah segar, aneka kue, hingga nasi kotak berpindah tangan dengan cepat, menyambut pengendara motor, sopir pete-pete, dan warga sekitar yang sengaja memperlambat laju kendaraannya.

Di tengah barisan prajurit, tampak Komandan Kodim, Laode Muhammad Idrus, turun langsung ke jalan. Dengan senyum ramah dan sapaan ringan, ia menyerahkan takjil satu per satu kepada warga. Tidak ada jarak yang terasa—hanya percakapan singkat, ucapan terima kasih, dan doa yang saling dipanjatkan menjelang azan magrib.

Suasana akrab begitu jelas. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Yang ada hanyalah interaksi hangat yang mengalir alami di penghujung sore Ramadhan 1447 Hijriyah.

Letkol Infanteri Laode Muhammad Idrus menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian di bulan suci.

“Ramadhan ini momentum memperkuat kebersamaan. Kami ingin masyarakat merasakan langsung keberadaan kami, bukan hanya dalam tugas keamanan, tetapi juga di momen sosial seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, berbagi takjil bukan sekadar membagikan makanan pembuka puasa, melainkan simbol perhatian dan kebersamaan. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan semangat saling membantu serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat Kabupaten Bone.

Melalui aksi berbagi ini, Kodim 1407/Bone kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat—tidak hanya dalam tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas. Ada yang melambaikan tangan dari atas motor, ada pula yang berhenti sejenak untuk berbincang ringan dengan prajurit. Beberapa bahkan mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.

Salah satu warga, Ibu Harlina, yang melintas sepulang bekerja, mengaku tersentuh dengan kegiatan tersebut. Ia tak menyangka akan menerima takjil langsung dari prajurit TNI, terlebih dari Dandim sendiri.

“Biasanya saya langsung pulang karena capek, tapi tadi saya berhenti karena melihat Dandim sendiri bagi-bagi takjil. Rasanya senang sekali, seperti diperhatikan,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi Harlina, perhatian sederhana itu membuat perjalanan pulangnya terasa lebih ringan. Di tengah lelah setelah bekerja, sapaan hangat dan sebungkus takjil menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan mempererat rasa kebersamaan. (*)