BONE– Di tengah geliat pembangunan yang kian terasa di Kota Watampone, Kabupaten Bone kembali menghadirkan langkah nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di bawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman sebagai Bupati Bone bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin, Pemerintah Kabupaten Bone segera melaunching layanan bus sekolah gratis bagi pelajar.
Program yang menjadi bagian dari semangat kepemimpinan BerAmal ini akan memulai uji coba rute di tiga kecamatan dalam wilayah kota, yakni Kecamatan Tanete Riattang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, dan Kecamatan Tanete Riattang Timur. Ketiganya dikenal sebagai kawasan dengan mobilitas pelajar yang cukup tinggi setiap pagi dan siang hari.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Andi Syamsul Musyra, S.STP, menyampaikan bahwa peluncuran layanan ini direncanakan dalam waktu dekat.
“Insya Allah di bulan puasa ini, kalau tidak ada kendala teknis. Kalau semua bisa dimaksimalkan, minggu depan sudah bisa berjalan,” ujarnya optimistis.
Bagi Bupati Bone, program ini bukan sekadar penyediaan kendaraan, tetapi solusi atas persoalan yang selama ini menjadi kegelisahan banyak orang tua. Sejak kondisi jalan di Kota Watampone semakin baik dan mulus pasca pengaspalan, mobilitas kendaraan meningkat signifikan. Namun di balik itu, angka kecelakaan yang melibatkan anak sekolah justru kerap terjadi.
“Kita melihat anak-anak kita yang masih di bawah umur banyak menggunakan kendaraan sendiri ke sekolah. Dari sisi regulasi, itu memang belum diperkenankan. Maka pemerintah harus hadir memberi solusi,” tegas Andi Asman Sulaiman.
Hadirnya bus sekolah diharapkan mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas pada jam-jam sibuk, sekaligus menekan potensi kecelakaan yang melibatkan pelajar. Tidak hanya itu, program ini juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap beban ekonomi orang tua.
Dengan layanan antar-jemput ini, orang tua tak lagi harus memikirkan biaya bahan bakar harian atau khawatir akan keselamatan anak di jalan. Siswa pun dapat tiba di sekolah tepat waktu, lebih tertib, dan dalam suasana kebersamaan.
Menariknya, operasional bus sekolah ini juga akan mendapat pengawalan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna memastikan keamanan dan ketertiban selama perjalanan.
Lebih dari sekadar kendaraan, bus sekolah ini menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat—menghubungkan rumah dan sekolah, menghadirkan rasa aman, serta menumbuhkan kedekatan antarsiswa. Di balik deru mesin yang akan mulai beroperasi pekan depan, tersimpan harapan besar: jalan yang lebih tertib, anak-anak yang lebih aman, dan orang tua yang lebih tenang. (*)



Tinggalkan Balasan