BONE– Lapangan Merdeka Watampone, Minggu (5/4/2026), terasa berbeda. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti jalan santai “Anti Mager” dalam rangka Hari Jadi Bone (HJB) ke-696. Di tengah semangat kebersamaan itu, terselip pesan besar tentang masa depan energi—lebih hemat, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, H. Andi Amran Sulaiman, hadir bersama Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman, serta Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman. Kehadiran tiga tokoh ini bukan sekadar simbol, tetapi membawa aksi nyata: membagikan puluhan hadiah berupa motor listrik dan sepeda listrik kepada masyarakat.

Pembagian hadiah tersebut menjadi momen yang paling dinanti. Sorak sorai warga pecah saat nama-nama pemenang diumumkan. Namun lebih dari sekadar keberuntungan, hadiah itu membawa pesan penting—perubahan gaya hidup menuju penggunaan energi yang lebih efisien.

Kendaraan listrik yang dibagikan bukan hanya hadiah biasa. Ia menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendorong penghematan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, langkah ini menjadi ajakan konkret agar masyarakat mulai beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menegaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik merupakan langkah strategis. Selain lebih hemat biaya operasional, kendaraan listrik juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap BBM yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Ini bukan sekadar hadiah, tetapi edukasi kepada masyarakat bahwa kita bisa mulai beralih ke energi yang lebih efisien,” tersirat dalam semangat yang dibangun pemerintah daerah.

Senada dengan itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, berharap program seperti ini tidak berhenti di Bone saja. Ia mendorong agar kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk mempercepat transisi energi bersih di berbagai wilayah.

Menurutnya, perubahan tidak harus menunggu besar. Langkah kecil, seperti penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari, dapat menjadi awal dari transformasi besar menuju masa depan yang lebih hijau.

Di sisi lain, masyarakat yang menerima hadiah tampak antusias. Bagi mereka, kendaraan listrik bukan hanya lebih hemat, tetapi juga praktis untuk menunjang aktivitas harian. Beberapa penerima bahkan mengaku terbantu karena biaya operasional yang jauh lebih ringan dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.

Momentum jalan santai “Anti Mager” ini pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan olahraga. Ia menjelma menjadi gerakan sosial mengajak masyarakat Bone untuk bergerak, hidup sehat, sekaligus peduli lingkungan.

Di usia ke-696, Kabupaten Bone tidak hanya merayakan sejarah panjangnya, tetapi juga menatap masa depan dengan langkah yang lebih modern dan berkelanjutan. Dari jalan santai hingga kendaraan listrik, pesan itu jelas: perubahan dimulai hari ini, dari langkah kecil, untuk dampak yang besar. (*)